Berita Semarang
Kejar Target Rp 5 Miliar Setahun, Dishub Semarang Terus Buka Kantung Parkir Baru
Dishub Kota Semarang ditargetkan meraup pemasukan pendapatan kas daerah sebesar Rp5 miliar pada sektor parkir di tahun ini.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dishub Kota Semarang ditargetkan meraup pemasukan pendapatan kas daerah sebesar Rp5 miliar pada sektor parkir di tahun ini.
Target naik hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya di angka Rp 3 miliar.
"Iya, optimis target itu tercapai, sebab itu amanah dari Bu wali kota Jadi harus siap," beber Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang Agung Nurul Falaq Adi Wibowo saat dihubungi Tribun, Sabtu (18/2/2023).
Baca juga: Keluhan Warga soal Parkir Semarang, Sebulan Bisa Habis Ratusan Ribu
Pihaknya berupaya memenuhi target tersebut dengan membuka kantung-kantung parkir baru.
Tercatat di tahun 2022, Kota Semarang memilik kantung parkir berizin sebanyak 750 titik.
Awal tahun ini, Dishub terus menggenjot jumlah tersebut hingga kini bertambah 50 titik.
Total kantung pakir hingga pertengahan Februari ini menjadi 800 titik.
"Penambahan 50 titik parkir baru itu mayoritas potensi parkir malam hari," ucapnya.
Ia menyebut, potensi lahan parkir baru di kota Semarang masih cukup besar.
Terutama parkir liar yang belum berizin.
Pihaknya masih terus mendata sekaligus menggarap dengan serius potensi tersebut.
"Kita akan terus mengejar target dari Bu Wali kota dengan terus mencari potensi parkir baru," ujarnya.
Dalam membuka kantung parkir baru tersebut, Dishub tak hanya menyasar di pusat kota melainkan pula di pinggiran kota.
Tentu potensi pendapatan parkir di dua lokasi tersebut berbeda.
Untuk di wilayah pusat kota potensi setoran parkir tiap titiknya minimal Rp50 ribu perhari.
Sebaliknya di pinggiran kota potensi pendapatan parkir sebesar Rp10 ribu perhari.
"Potensi segitu perhari, ada yang ramai dan sepi, tapi angka minimal segitu," bebernya.
Ia menambahkan, masyarakat supaya semakin tertib dalam melakukan parkir.
Sebab, petugas masih banyak menemukan parkir liar di trotoar dan tempat larangan.
"Jangan lupa selalu membayar parkir dengan e-wallet di parkir elektronik karena masih banyak warga bayar pakai cash meksipun parkir di lokasi parkir elektronik," ungkapnya.(Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Seorang-jukir-jaket-cokelat-sedang-menata-motor-pengguna-parkir-di-Jalan-Pemuda-semarang.jpg)