Berita Demak
Curhatan Petani Desa Pidodo Demak, Tahun Ini Gagal Panen Padi Terimbas Banjir
Menurut petani asal Desa Pidodo Demak, kenaikan harga beras saat ini tidak seiringan dengan cuaca yang mendukung untuk menghasilkan padi berkualitas.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Kenaikan harga beras yang menguntungkan sedang tidak dirasakan petani Desa Pidodo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.
Hal itu lantaran mereka harus menelan pil pahit.
Mereka gagal panen akibat sawahnya tergenangi air banjir beberapa waktu lalu.
Diketahui bahwa pada akhir Januari hingga awal Februari 2023, Kabupaten Demak kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Itu mengakibatkan beberapa daerah di Kabupaten Demak terkena banjir.
Satu di antaranya di Desa Pidodo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.
Baca juga: Video 20 Pengendara Perdana Tol Semarang-Demak Pada 27 Februari Bakal Dapat Hadiah
Hal itu dirasakan, Agus satu di antara petani Desa Pidodo yang harus gagal panen pada tahun ini.
Dia mengatakan hasil panen tahun ini, harus merugi cukup banyak dan bisa dibilang gagal panen.
Kegagalan tersebut, lanjut Agus, tidak hanya dirasakan dirinya, melainkan banyak sawah yang di Desa Pidodo juga merasakan hal sama.
"Gagal panen dampak banjir ini banyak yang gagal hampir ratusan hektare di sini," kata Agus kepada Tribunjateng.com, Minggu (19/2/2023).
Menurutnya, kenaikan harga beras saat ini tidak seiringan dengan cuaca yang mendukung untuk menghasilkan padi berkualitas.
"Kualitas padinya rendah, hasil jualnya tinggi, tetapi hasil panennya tidak ada," lanjutnya.
Untuk biaya, lanjut Agus, lebih besar daripada pemasukan yang diterima.
Baca juga: Coklit Ulang di Desa Karangmlati! Permintaan Bawaslu Kepada KPU Demak, Karena Alasan Ini
Dalam sehari untuk mengerjakan sawah, dia harus mengeluarkan biaya sekira Rp 10 juta dalam sekali panen.
Namun hasil yang didapatkan saat ini hanya Rp 5 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gagal-panen-padi-demak.jpg)