Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Opini

Opini M Shidqon Prabowo: Perlunya Akselerasi Pengembangan Wisata Halal

Potensi wisata halal di Jawa Tengah untuk dapat memperkuat ekonomi masyarakat sangat besar. Hampir di semua kabupaten dan kota di wilayah ini memiliki

|
Editor: m nur huda
Tribun Jateng
Opini Ditulis Oleh M Shidqon Prabowo (Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang) 

Opini Ditulis Oleh M Shidqon Prabowo (Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang)

TRIBUNJATENG.COM - Potensi wisata halal di Jawa Tengah untuk dapat memperkuat ekonomi masyarakat sangat besar. Hampir di semua kabupaten dan kota di wilayah ini memiliki potensi yang dapat didorong.

Pariwisata halal atau Halal Tourism, menurut Mohsin et al. (2016), mengacu pada penyediaan produk dan layanan pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim untuk memfasilitasi ibadah dan persyaratan lainnya sesuai dengan syariat Islam. Termasuk preferensi umat Muslim yang menurut pandangan behaviourism merujuk pada budaya kebiasaan-kebiasaan pakaian, makanan, serta perilaku pada daerah tersebut.  

Secara prinsip, konsep pariwisata halal tidak hanya terbatas pada wisata religi, tetapi juga lebih luas yakni ke semua bentuk pariwisata kecuali yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Yang perlu diketahui bahwa dalam pengembangan konsep wisata, konsep halal diartikan bahwa tempat tujuan tersebut harus jelas target pelanggannya (dalam hal ini umat Muslim), lokasi kegiatan (atribut dan tujuan), rincian kegiatan, serta produk dan layanan yang ditawarkan (makanan dan fasilitas).  

Berpijak pada pemahaman tersebut, maka di Jawa Tengah menjadi salahsatu gudang obyek wisata halal. Tak hanya di sepanjang wilayah pantai utara dari Brebes hingga Rembang, namun juga di wilayah selatan terdapat banyak potensi obyek.

Baca juga: FOKUS: Erick, Jutaan Sahabat Mendukungmu

Tumbuh Cepat 

Terlebih, saat ini banyak wisatawan lokal maupun luar negeri mengidamkan berwisata halal. Potensi ini harus segera ditangkap oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Laporan Global Muslim Travel Index (GMTI 2018), bahwa pangsa pasar wisatawan Muslim tumbuh secara cepat, bahkan diprediksi meningkat menjadi USD 300 miliar pada tahun 2026. 

State of the Global Islamic Economy Report 2018/19 (Laporan kerja sama antara Thomson Reuters dan Dinar Standard) juga menguatkan bahwa subsektor pariwisata halal pada tahun 2023 diprediksi meningkat menjadi USD 274 miliar. Pengeluaran tersebut paling banyak didominasi oleh wisatawan Muslim yang berasal dari Timur Tengah khususnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Menurut laporan GMTI (2018), terdapat tujuh faktor yang menyebabkan pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata halal global yaitu pertumbuhan populasi Muslim, pertumbuhan pendapatan kelas menengah (middle income) / disposable income Muslim, populasi generasi Muslim milenial, meningkatnya akses terhadap informasi travel, meningkatnya penyedia jasa travel yang  mengakomodasi kebutuhan ibadah Muslim (muslimfriendly), travel Ramadhan, dan usaha travel.

Lingkungan dan Pelayanan

Faktor-faktor di atas mendorong negara-negara di dunia secara perlahan mulai fokus pada
pengembangan pariwisata halal. Pengembangan tersebut menurut GMTI (2018) perlu difokuskan kepada empat hal utama, yaitu kemudahan akses, komunikasi, lingkungan, dan pelayanan.

Indonesia sebenarnya mempunyai potensi besar, yaitu pariwisata berbasis halal. Minimal ada 2 faktor pendukung pariwisata halal, yaitu internal dan eksternal.

Faktor internal, adanya keberagaman sumber daya alam dan jumlah sumber daya manusia yang banyak. Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah penduduk Indonesia sebanyak 272,23 juta jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 236,53 juta jiwa (86,88 persen) beragama Islam. Artinya mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Data tersebut mengindikasikan bahwa  negeri ini sangat tepat untuk mengadopsi konsep pariwisata halal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved