Berita Jepara
Cerita Warga Pulau Terpencil di Karimunjawa, Suhadi Cari Kapal Ternyaman Buat Ibu Hamil ke Puskesmas
Pelayanan maksimal Puskesmas Karimunjawa juga dirasakan warga yang tinggal di pulau terpencil, seperti Pulau Parang.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Puskesmas Karimunjawa terus berbenah melakukan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Dalam dua tahun terakhir, fasilitas kesehatan itu menjadi andalan warga untuk mendapatkan penanganan medis.
Pelayanan maksimal Puskesmas Karimunjawa juga dirasakan warga yang tinggal di pulau terpencil, seperti Pulau Parang.
Kepala Desa atau Petinggi Parang, Zainal Abidin bercerita, selama ini pihak Puskesmas telah banyak membantu warganya mengatasi berbagai permasalahan kesehatan.
Yang terbaru saat menangani ibu mau melahirkan.
Baca juga: Tambah 1 Mesin Kapal Ambulans di Karimunjawa, Pj Bupati Jepara: Biar Lebih Optimal
Menurut Zainal, Kepala Puskesmas Karimunjawa Suhadi memantau kondisi ibu hamil tersebut kemudian memerintahkan untuk dirujuk ke Puskesmas Karimunjawa.
Perjalanan dari Pulau Parang ke Karimunjawa harus melalui jalur laut.
"Dalam kondisi darurat, Suhadi mencarikan kapal untuk ibu hamil."
"Dia memilihkan kapal yang nyaman untuk pasien," cerita Zainal kepada Tribunjateng.com, Selasa (21/2/2023).
Sesampainya di Puskesmas, ibu tersebut langsung ditangani.
Warga Parang melahirkan bayi perempuan.
Bayi dan ibunya dalam kondisi sehat.
Baca juga: Kisah Perjuangan Ibu Hendak Melahirkan Diantar Kapal Nelayan Selama 2 Jam di Karimunjawa Jepara
Zainal mengungkapkan, Puskesmas Karimunjawa sejauh ini cepat merespons keluhan warga di kepulauan.
Suhadi, kata dia, rutin melakukan pendampingan dari jauh untuk ibu-ibu hamil dan warga yang sakit.
Pendampingan itu dalam bentuk memonitor kondisi pasien dari hari ke hari.
Apabila kondisi pasien semakin memburuk, kata Zainal, Suhadi yang mencarikan kapal untuk mengantar pasien ke Karimunjawa.
Hal yang sama juga diutarakan Petinggi Desa Karimunjawa, Arif Setiawan.
Dia menceritakan, tim medis Puskesmas Karimunjawa rutin mendatangi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan.
Selain itu, mereka juga rajin memberikan edukasi ihwal pola hidup sehat.
Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Kapal LCT Serasi IX Kandas Rusak Ekosistem Terumbu Karang Karimunjawa
"Komunikasi mereka dengan warga sangat bagus."
"Kepala Puskesmas Karimunjawa juga dekat dengan warga sini," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (21/2/2023).
Menurut Arif, Suhadi juga rutin berkumpul-kumpul dengan warga setempat.
Suhadi mengungkapkan, masih banyak hal yang harus diselesaikan.
Sejak Agustus 2021 hingga saat ini, dia telah menyelesaikan beberapa tugas.
Termasuk saat pandemi Covid-19 mengganas.
Melalui pendekatannya kepada warga, dia menggenjot vaksinasi di Karimunjawa.
"Dosis 1 dan 2 kami selesaikan dalam waktu 6 bulan," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (21/2/2023).
Baca juga: Kapal PT Serasi Shipping Indonesia Diduga Merusak Terumbu Karang Sepanjang 27,7 Meter di Karimunjawa
Dia sempat kewalahan saat melakukan vaksinasi.
Pasalnya, sebagian besar warga masih menolak.
Saat awal-awal vaksinasi dosis pertama, Puskesmas Karimunjawa bisa memvaksin dosis pertama 1.975 dari 8.600 jumlah penduduk Karimunjawa.
Jumlah warga yang divaksin terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Hal itu, kata Suhadi, bisa dilakukan setelah rutin memberikan pemahaman kepada warga.
Menurutnya, perekonomian warga Karimunjawa mengandalkan kedatangan wisatawan.
Apabila herd immunity di Karimunjawa tidak terbentuk, warga jadi rentan terpapar.
Jadi warga harus membentengi diri dengan vaksin.
Baca juga: Video KRI Makassar 590 Berikan Tumpangan Masyarakat Karimunjawa yang Ingin ke Semarang
Ihwal penanganan ibu hamil, dia membeberkan dokter umum rutin memantau kondisi ibu hamil di Desa Karimunjawa serta di desa di pulau-pulau terpencil seperti Desa Parang dan Desa Nyamuk.
Selain itu bidan desa juga diwajibkan mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil dan lingkungan sekitar.
Hal ini untuk mengetahui apakah ibu hamil tersebut sudah punya BPJS Kesehatan.
Kemudian siapa yang mendampingi ibu hamil saat di rumah.
Apakah suami atau keluarganya.
Langkah itu, ujar Suhadi, untuk menyiapkan langkah antisipatif.
"Saat ini proses melahirkan banyak ditangani ibu hamil."
"Berbeda dengan dulu yang selalu dirujuk ke rumah sakit di Jepara," pungkasnya. (*)
Baca juga: Tips Memilih Teflon Masak, Joko Sungkono Chef Hotel Santika Pekalongan Kasih Bocoran Ini
Baca juga: Sragen Pilot Project MPP Digital, Naik Kelas dari Sekadar Direct Servise
Baca juga: Nasib Proyek Pembangunan 2 Gedung RSUD Karanganyar, Bupati Juliyatmono: Pasti Dilanjut
Baca juga: Unpad Persilakan Digital Forensik, Uji Keabsahan Hasil Seleksi Perangkat Desa di Kudus
tribunjateng.com
tribun jateng
Puskesmas Karimunjawa
Jepara
feature
Human Interest
kesehatan
Zainal Abidin
Karimunjawa
Suhadi
Arif Setiawan
Komitmen Mendukung Gerakan Zakat Indonesia, Bupati Jepada Toreh Penghargaan Baznas RI |
![]() |
---|
Pemkab Jepara Akan Lakukan Rotasi di Bulan September, Ada 8 Jabatan Kosong |
![]() |
---|
Jumlah Penerima Bansos di Jepara Menurun Drastis Hingga 20 Ribu KPM, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Pemkab Jepara Masih Kaji Permohonan Manajemen Persijap Kelola Stadion GBK dan Kamal Junaidi |
![]() |
---|
DP3AP2KB Jepara Mencatat Angka Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Mengalami Penurunan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.