Berita Kudus
Tes Harus Diulang! Carut Marut Seleksi Perangkat Desa di Kudus, Kahar Merasa Dibohongi Unpad
Kahar merasa, pihaknya selaku panpel yang ikut menandatangani perjanjian kerja sama di tingkat desa merasa dibohongi oleh Unpad.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Panitia pelaksana (panpel) seleksi pengisian perangkat desa (perades) di Kabupaten Kudus menuntut pihak Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung mengadakan tes ulang.
Hal itu terungkap ketika beberapa perwakilan panpel mengadakan musyawarah mufakat dengan pihak Unpad atas carut marut pelaksanaan seleksi perangkat desa.
Musyawarah tersebut difasilitasi DPRD Kabupaten Kudus, Kamis (23/2/2023) di Ruang VIP Kantor DPRD setempat.
Dalam musyawarah yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan beserta jajaran pimpinan DPRD itu akhirnya memutuskan tigal hal.
Baca juga: 473 Peserta Silat Tuntaskan Pertandingan Popda Kudus 2023
Pertama, proses seleksi pengisian perangkat desa yang difasilitasi Unpad di 68 desa pada 14 Februari 2023 berjalan ruwet.
Hal itu disimpulkan dari keterangan yang disampaikan para panpel, baik yang terjadi sebelum, saat pelaksanaan, hingga setelah seleksi.
Kedua, terdapat beberapa permasalahan yang dikeluhkan peserta, dimana Unpad Bandung telah melanggar perjanjian kerja sama atau wanprestasi.
Seperti contoh tidak bisa menampilkan nilai tes CAT secara realtime.
Ketiga, panitia pelaksana seleksi perangkat desa menuntut Unpad Bandung agar melakukan tes ulang.
Tuntutan para panpel ini sejalan keinginan para peserta seleksi yang merasa dirugikan atas prosedur CAT dari Unpad.
Baca juga: LBH Ansor Kudus Sebut Balasan Surat Klarifikasi Seleksi Perades Unpad Bertele-tele
Ketua Panpel Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kahar mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan dan memberi masukan kepada pihak Unpad atas tidak munculnya nilai peserta secara langsung ketika mengikuti tryout.
Dengan harapan, pihak Unpad Bandung bisa memperbaiki sistem CAT agar hal serupa tidak terulang saat pelaksanaan ujian berlangsung.
Namun, masukan tersebut diabaikan, sehingga hal yang dikhawatirkan terjadi saat tes berlangsung.
"Tryout dilakukan pada 13 Februari 2023."
"Sudah kami berikan masukan melalui WhatsApp Group panitia bersama Unpad."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/musyawarah-panpel-perades-kudus.jpg)