Berita Tegal

Keren Nih, Dua SMP di Kota Tegal Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional, Sukses Terapkan Gerakan PBLHS

Kedua sekolah di Kota Tegal ini mendapatkan penghargaan atas keberhasilan menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

PEMKOT TEGAL
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono memberikan penghargaan Adiwiyata Nasional kepada SMP Negeri 13 dan SMP Negeri 14 dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pantai Pulo Kodok Kota Tegal, Rabu (1/3/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dua SMP Negeri di Kota Tegal tahun ini mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Satuan pendidikan tersebut adalah SMP Negeri 13 Kota Tegal dan SMP Negeri 14 Kota Tegal.

Kedua sekolah itu mendapatkan penghargaan atas keberhasilan menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

Penghargaan secara simbolis diserahkan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono kepada masing-masing kepala sekolah dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Pantai Pulo Kodok Kota Tegal, Rabu (1/3/2023).

Baca juga: Sekda Kabupaten Tegal Resmikan Aplikasi Pengembangan Kompetensi ASN SIPeTis 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Dedy Yon meminta masyarakat Kota Tegal bersama-sama meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah, terutama sampah rumah tangga. 

Pihaknya mengapresiasi kedua sekolah itu yang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional.

Harapannya, prestasi tersebut bisa ditingkatkan dan ditiru oleh satuan pendidikan maupun instansi lainnya. 

"HPSN yang diperingati setiap tahun ini adalah rangkaian perjalanan panjang sistem pengelolaan sampah." 

"Bukan hanya fokus ke pengelolaan sampah terintegrasi, namun dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan dan ekosistem kehidupan global," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (1/3/2023).

Baca juga: Saksikan ‘Climate Witness’ Series di Semarang, Tegal dan Yogyakarta, Ini Jadwalnya

Dedy Yon mengatakan, HPSN bertujuan untuk menjawab permasalahan global tentang perubahan iklim yang telah lama menjadi perhatian masyarakat dunia. 

Fenomena perubahan iklim yang berdampak pada berbagai sisi kehidupan.

Seperti kesehatan, ketahanan pangan, dan ekosistem.

Hal itu dapat mengancam keseimbangan ekosistem lingkungan maupun sumber daya yang terkandung di dalamnya.

Ia mengatakan, hal paling dasar yang bisa dilakukan masyarakat dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak mengotori lingkungan.

"Hal lain bisa dengan mulai memisahkan antara sampah yang bisa didaur ulang dan sampah yang tidak bisa didaur ulang,’’ jelasnya. (*)

Baca juga: 10 Tim Tambal Jalan Berlubang Disiagakan DPU Kota Semarang, Setiap Ada Laporan Langsung Eksekusi

Baca juga: Aturan Baru Naik Kereta Api, Humas PT KAI Daop IV Semarang: Calon Penumpang Bawa Dokumen Vaksin

Baca juga: KRONOLOGI Lansia Tewas Terbakar di Semarang, Posisi Tertindih Motor di Dalam Rumah

Baca juga: Warga Cepu Blora Ini Sudah Lega, Bisa Daftar Program Sertifikat HGB dan Hak Pakai Kawasan Wonorejo

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved