Berita Semarang
Fenomena Perang Sarung Remaja yang Sering Muncul saat Ramadan, Ini Kata Psikolog
Psikolog Luh Putu Shanti Kusumaningsih SPsi MPsi menilai, tawuran antarremaja dipicu lantaran remaja menilai kelompoknya
"Upaya lain nantinya akan ada sosialisasi ke masjid-masjid melalui para tokoh agama dan tokoh masyarakat," jelasnya.
Kapolsek Candisari Polrestabes Semarang Iptu Handri Kristanto, mengatakan, ada dua kejadian tawuran yang diamankan polsek Candisari masing-masing di wilayah Tegalsari dan Karanganyar Gunung.
Untuk di wilayah Tegalsari, Handri menyebut, merupakan limpasan tawuran dari wilayah Sompok, Semarang Selatan.
Para remaja itu lari tunggang langgang sehingga diamankan warga dan polisi di wilayah Candisari.
"Tawuran di Tegalsari, hari pertama puasa, ditangkap warga, infonya ada tawuran di Sompok lalu dikejar warga ditangkap di Tegalsari," katanya.
Sedangkan tawuran di Karanganyar Gunung, Candisari dilakukan, Sabtu (25/3). Sekelompok remaja hendak tawuran sarung di jembatan Simpony, Karanganyar Gunung. Perang sarung tersebut diinisiasi oleh remaja Jangli Tlawah, Karanganyar Gunung.
Mereka memiliki historis dengan para remaja di Tandang, Tembalang sehingga mengajak para temannya untuk menyerang ke lokasi tersebut.
"Tradisi sudah lama, mereka hanya mengisi waktu menunggu sahur. Kami temukan hanya temuan sarung saja diikat bagian ujungnya," paparnya.
Melihat kasus perang sarung meningkat, Handri meminta warga untuk selalu waspada di lingkungannya. Pihaknya, selama Ramadan juga meningkatkan patroli.
"Anggota waspada ditambah keaktifan masyarakat sehingga indikasi tawuran sejauh ini terhindar kejadian yang lebih buruk," katanya.
Terpisah, Kasat Samapta Polrestabes Semarang AKBP Asep Supiyanto mengatakan, meningkatkan patroli rutin dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat termasuk dari tindakan para perang sarung yang dilakukan oleh para remaja.
"Kami ada patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) untuk antisipasi segala bentuk yang menggangu Kamtibmas," jelasnya. (iwn)
Baca juga: Persebaya Libas Persikabo 3-2, Rekor Buruk Putus berkat Brace Paulo Victor dan Penalti Ze Valente
Baca juga: UPDATE : Keluarga Berdoa Briptu RF yang Meninggal di Mobil Dinas Khusnul Khatimah
Baca juga: Terbongkar Pelanggaran Registrasi IMEI di Bea Cukai, 21 Pegawai Direkomendasikan Hukuman
Baca juga: Komunitas di Pati Ini Blusukan Naik Vespa Bagikan Jajanan untuk Anak Yatim pada Bulan Ramadan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/perang-sarung-2023.jpg)