Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Tingkatkan Rata Rata Hasil Belajar IPA dengan Teams Games Tournament

Guru sebagai salah satu komponen penyelenggaraan pendidikan di sekolah, berperan dalam melaksanakan proses pembelajaran bersama siswa di kelas.

Editor: galih permadi
IST
Dewi Indaryati S.Pd., Guru IPA SMP N 1 Randudongkal Kab. Pemalang 

Oleh: Dewi Indaryati S.Pd., Guru IPA SMP N 1 Randudongkal Kab. Pemalang

Guru sebagai salah satu komponen penyelenggaraan pendidikan di sekolah, berperan dalam melaksanakan proses pembelajaran bersama siswa di kelas. Guru merupakan sumber belajar utama bagi siswa di kelas. Tanpa kehadiran guru di kelas proses pembelajaran kurang dapat berjalan dengan baik. Proses pembelajaran mata pelajaran IPA memerlukan pemilihan model dan metode pembelajaran yang tepat, agar hasil belajar yang diperoleh siswa lebih optimal sesuai harapan dan tujuan pembelajaran. Guru tidak hanya terfokus pada satu model dan metode pembelajaran saja, karena setiap materi memiliki karakteristik berbeda. Kejelian guru dalam memilih dan menerapkan model dan metode yang sesuai karakteristik materi pembelajaran menjadi salah satu faktor keberhasilan peningkatan hasil belajar.

Miftahul Huda (2015:197) menjelaskan Teams Games Tournament merupakan salah satu strategi pembelajaran kooperatif untuk membantu siswa mereview dan menguasai materi pelajaran. Kartu menurut Denianto (2021:6) adalah kertas tebal berbentuk segi empat untuk berbagai keperluan. Kartu yang dimaksud merupakan media pembelajaran karena di dalam kartu terdapat informasi yang akan diterjemahkan siswa berupa gambar, keterangan gambar, pertanyaan atau jawaban pertanyaan, tergantung kreativitas guru dalam menuangkan materi pembelajaran ke dalam kartu.

Purwanto dalam Liriwati (2018:33) menjelaskan hasil belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi setelah seseorang mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Hasil belajar yang dicapai diwujudkan dengan skala nilai berupa angka atau huruf atau deskripsi kemampuan yang dicapai oleh siswa.

Pemilihan metode Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kartu diterapkan di SMP Negeri 1 Randudongkal kabupaten Pemalang dengan pertimbangan metode tersebut sesuai untuk mata pelajaran IPA yang diajarkan di kelas IX. Khususnya materi yang bersifat konsep atau hafalan seperti materi Perkembangbiakan pada Tumbuhan dan Hewan. Siswa akan lebih tertarik belajar dengan games atau permainan menggunakan kartu.

Langkah-langkah penerapan metode TGT berbantuan kartu pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Randudongkal kabupaten Pemalang yaitu: pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Kedua, pokok materi dan penjelasan singkat tentang lembar kerja siswa yang dibagikan kepada kelompok. Ketiga, guru menjelaskan skenario pembelajaran dengan metode Team Games Tournament. Keempat, guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil secara heterogen berdasarkan kemampuan awal dan jenis kelamin. Kelima, siswa memperdalam, mereview, dan mempelajari materi secara kooperatif dalam tim studi. Keenam, guru membagikan lembar kerja berupa kartu-kartu pertanyaan kepada setiap kelompok untuk dilaksanakan tournament dalam kelompok. Ketujuh, siswa melakukan games atau permainan sesuai pertanyaan yang diperoleh dalam kartu.

Penerapan metode Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kartu pada mata pelajaran IPA kelas IX di SMP Negeri 1 Randudongkal kabupaten Pemalang dapat meningkatkan hasil belajar siswa disebabkan hal-hal berikut : metode TGT berbantuan kartu membuat keterampilan guru dalam mengajar lebih meningkat dan efektif dalam membimbing siswa, penggunaan metode TGT berbantuan kartu mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Gairah belajar siswa meningkat dengan pembelajaran menggunakan metode TGT berbantuan kartu. Metode TGT berbantuan kartu yang menekankan games (permainan) mampu meningkatkan kompetisi siswa dalam menjawab soal sehingga diskusi siswa lebih intensif dan terarah.

Penerapan model TGT dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas Sembilan di SMP Negeri 1 Randudongkal kabupaten Pemalang sangat baik. Hal ini bisa dilihat dari ratar rata nilai yang didapat siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model ini mengaami peningkatan. Sehingga model ini sangat dianjurkan untuk diterapkan pada mata pelajaran lainnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved