Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Sosok Cawapres untuk Anies Baswedan, Partai Nasdem Bidik Khofifah

Jabatan Gubernur Jatim menjadikan alasan Partai Nasdem memperhitungkan Khofifah untuk dipasangkan dengan Anies Baswedan

Editor: muslimah
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus mengajak masyarakat untuk mulai beralih dan migrasi dari TV analog ke TV digital. 

Menurutnya, masing-masing parpol yang tergabung dalam koalisi perubahan sejatinya telah mengajukan nama-nama yang layak menjadi cawapres dari Anies Baswedan.

"Ya kan sebetulnya nama-namanya sudah beredar. Ya jelas dari PKS ada Kang Aher. Dari Demokrat ada AHY. Dari NasDem ada Bu Khofifah, bahkan juga sebelumnya ada Pak Andika. Kemudian ada juga Mbak Yenny, itu juga ada muncul," bebernya, di Sekretariat Perubahan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/3).

Selain itu, Sohibul menyatakan, ada pula pimpinan partai politik yang disebut akan merapat jika nantinya ditunjuk menjadi cawapres dari Anies Baswedan.

"Ya tentu sekarang ada beberapa pimpinan partai yang ingin merapat. Yang mereka kemudian mensyaratkan ketua umumnya ingin menjadi cawapres. Ya itu nama-namanya," jelasnya.

Meski begitu, dia masih enggan merinci terkait dengan identitas ketua umum parpol yang mengajukan diri menjadi cawapres dari Anies Baswedan

"Ketum parpol di luar kami (Koalisi Perubahan-Red). Jadi di luar tiga ini kan ada partai yang juga berkomunikasi. Mereka mengatakan siap bergabung, tapi ingin jadi cawapres, kan ada juga," tandasnya.

Adapun, dalam beberapa waktu terakhir beredar isu wacana pembentukan koalisi besar, yakni penggabungan Koalisi Perubahan dan Koalisi Indonesia bersatu (KIB) yang berisi Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Wacana pembentukan koalisi besar yang untuk pilpres 2024 itu dilontarkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, usai menghadiri acara buka puasa bersama di markas Nasdem.

Hal itu bersamaan dengan kehadiran polisi senior Golkar, Jusuf Kalla (JK), yang dikabarkan mengarahkan Golkar untuk bergabung dengan Koalisi Perubahan.

Airlangga menilai, koalisi besar yang terbentuk dalam kancah politik biasanya akan memberikan keuntungan bagi Indonesia.

"Koalisi kan makin besar makin bagus. Koalisi besar di mana-mana menguntungkan Indonesia. Jadi kita tunggu tanggal mainnya," ucapnya, saat itu.

Meski demikian, Airlangga sempat berujar, wacana peleburan KIB ke Koalisi Perubahan perlu dibahas lebih matang

"Ini bukan lebur-leburan. Kalau lebur-lebur kayak cendol saja. Jadi kami perlu pembahasan lebih matang lagi," tukasnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/3). (Tribunnews/Rizki Sandi Saputra)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved