Guru Berkarya
Apel Pagi : Strategi Meningkatkan Kedisiplinan Warga Sekolah
Kondisi warga sekolah setelah masa pandemic selama kurang lebih dua tahun mengalami perubahan yang sangat drastis
Oleh: Anita Herdiawati,M.Pd., Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Mungkid Kab. Magelang
Kondisi warga sekolah setelah masa pandemic selama kurang lebih dua tahun mengalami perubahan yang sangat drastis kondisi yang rata-rata mengalami penurunan kwalitas misalnya dalam ketertiban sekolah, kedisiplinan,dan prestasi. Kurikulum merdeka menekankan tentang pendidikan karakter salah satunya adalah sikap disiplin. Guru yang baik adalah guru yang memiliki disiplin dalam bertugas. Jika gurunya disiplin, dan selalu memberikan contoh keteladanan yang baik, maka upaya penguatan pendidikan karakter (PPK) bisa terwujud. Sebaliknya jika gurunya kurang disiplin maka sulit melahirkan siswa yang berkarakter.
Guru adalah kurikulum yang hidup pola pikirnya, ucapannya, dan sikapnya menjadi model bagi peserta didiknya. Ketika peserta didik dituntut disiplin untuk patuh pada berbagai aturan yang ada, maka guru sepantasnya berperilaku lebih disiplin dari kedisiplinan peserta didiknya.
Salah satu strategi untuk meningkatkan disiplin warga sekolah baik peserta didik, guru, dan kepala sekolah yaitu dengan cara melaksanakan apel pagi setiap hari disekolah. Pendidikan tidak akan mencapai tujuan yang dicita-citakan apabila guru tidak memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang ideal serta kepribadian yang matang (dewasa, arif, bijaksana). Ketiga unsur tersebut bisa didayagunakan secara sinergis dan optimal apabila guru memiliki motivasi yang tinggi untuk melaksanakan program pengembangan diri (Ulul Azam, 2022).
Teknik apel pagi yang dimaksudkan adalah sebagai berikut, Siswa berangkat pagi ,harus sampai disekolah pukul 06.45 WIB, kehadiran peserta didik disambut oleh bapak dan ibu guru dengan berjabat tangan atau salam guru dapat melihat dan mengamati kelengkapan seragam siswa, potongan rambut, kerudung juga warna sepatu, selanjutnya cuci tangan pada keran dan dengan sabun yang sudah disediakan oleh sekolah .Selanjutnya pesrta didik menuju kelas untuk meletakkan tas di laci meja masing-masing untuk yang piket kebersihan kelas sudah dibersihkan siang hari sebelumnya sehingga pagi hari tidak tergesa-gesa melaksanakan piket kebersihan kelas. Tepat pukul 06.50 wib bel berdering dan wakil kepala sekolah urusan kesiswaan sudah menyiapkan sound sistem dan memanggil peserta didik berbaris ke lapangan sesuai urutan nomor absen yang bergeser setiap hari sehingga secara otomatis tidak perlu mengatur peserta didik sudah menempatkan diri sesuai nomor absen dan bergantian posisi sehingga muncul keadilan karena semua peserta didik setiap hari berganti posisi. Berdasarkan data dan observasi tidak ada lagi siswa yang datang terlambat karena siswa enggan mendapatkan konsekuensi atau hukuman jika terlambat.sehingga dengan apel pagi peserta didik lebih disiplin tepat waktu datang ke sekolah.
Sedangkan untuk guru dan karyawan apel pagi dilaksanakan tepat pukul 07.00 wib dengan persiapan petugas sebagai pemimpin dan Pembina apel pagi agar beragam dan melatih rasa percaya diri serta memberikan kesempatan untuk menyampaikan informasi terbaru diurutkan dari kepala sekolah sesuai urutan DUK. Berdasarkan data dan observasi dengan adanya apel pagi kedisiplinan berangkat tepat waktu meningkat, karena guru akan merasa rugi jika terlambat karena tidak mendapatkan informadi terupdate, didukung juga dengan adanya aplikasi absen SIABA saat datang dan pulang . Kesimpulannya dengan teknik apel pagi baik guru maupun peserta didik lebih disiplin saat datang kesekolah dan tepat waktu.
Berdasarkan paparan di atas, bisa dikuatkan asumsi bahwa kedisiplinan warga sekolah dengan strategi apel pagi jika dilaksanakan secara tepat waktu sesuai dengan regulasi dan tata tertib serta mempertimbangkan tingkat kebutuhan guru dan kondisi sekolah, maka tujuan utama dari apel pagi untuk meningkatkan isiplin warga sekolah akan tercapai secara optimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Anita-HerdiawatiMPd-Kepala-Sekolah-SMP-Negeri-2-Mungkid-Kab-Magelangdsa23.jpg)