Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Video Animasi Tingkatkan Keterampilan Menyimak Siswa

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu selalu menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Tayang:
Editor: galih permadi
IST
Azhari Khofyanul Hakiem, S.Pd.SD., SD Negeri 02 Karangtengah Kec. Ampelgading Kab. Pemalang 

Oleh: Azhari Khofyanul Hakiem, S.Pd.SD., SD Negeri 02 Karangtengah Kec. Ampelgading Kab. Pemalang

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu selalu menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain. Kegiatan berbahasa yang biasa kita lakukan adalah menyimak, membaca, berbicara dan menulis. Namun, kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah kegiatan menyimak atau mendengarkan apa yang dituturkan orang lain melalui sarana lisan atau media audio tertentu.

Melalui kegiatan menyimak kita akan memperoleh informasi apapun yang dapat menambah pengetahuan, baik pengetahuan yang sudah kita ketahui atau pengetahuan terkini yang belum kita ketahui. Semakin banyak kita menyimak, semakin banyak pula informasi pengetahuan yang kita kuasai.

Keterampilan menyimak merupakan salah satu keterampilan yang diajarkan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar. Dalam silabus kurikulum 2013 disebutkan bahwa keterampilan menyimak dipelajari oleh siswa dan digunakan untuk menjelaskan unsur-unsur sebuah cerita pada karangan fiksi.

Menurut Henry Guntur Tarigan (1991: 4) menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya.

Banyak dari siswa yang menganggap menyimak merupakan kegiatan yang mudah dan hampir setiap hari dilakukan, sehingga menjadi sesuatu yang biasa dan tidak penting. Akibatnya, siswa yang memiliki kemampuan buruk dalam menyimak, akan mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru terkait dengan pokok bahasan materi pelajaran yang sedang diajarkan. Rendahnya hasil evaluasi merupakan dampak dari keterampilan menyimak siswa yang belum maksimal.

Pada pembelajaran guru hanya membacakan teks karangan fiksi yang sudah ada pada buku cetak. Siswa secara klasikal mendengarkan dan menjawab pertanyaan dari guru baik secara lisan atau tertulis. Pembelajaran seperti ini tentu sangat membosankan karena siswa menjadi pasif sehingga mereka kurang antusias. Maka, seharusnya guru menerapkan metode alternatif yang lebih bervariasi agar dapat mengaktifkan siswa dan dapat menekankan tujuan yang jelas dan terarah dalam menguji pemahaman siswa.

Berdasarkan masalah tersebut maka diperlukan inovasi dan kreativitas dalam pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat yaitu video animasi. Daryanto (2010: 88) mengungkapkan media video adalah segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensal.

Pembelajaran menyimak karangan fiksi dengan media video animasi diterapkan pada siswa kelas VI SD Negeri 02 Karangtengah Kabupaten Pemalang. Guru melakukan aktivitas pembelajaran, pertama menyampaikan materi secara klasikal tentang karangan fiksi. Kedua  siswa dan guru melakukan tanya jawab terkait materi. Ketiga selanjutnya guru menayangkan video animasi pada layar menggunakan LCD Proyektor. Keempat siswa menyimak video tersebut dan melakukan tanya jawab serta berdiskusi mengerjakan lembar kerja siswa secara berkelompok. Kelima siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas dan siswa yang lain memberikan tanggapan. Keenam pada akhir pembelajaran, siswa mengerjakan soal evaluasi.

Penggunaan media video animasi ini membuat siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam belajar. Siswa dapat saling berinteraksi dalam memecahkan persoalan terkait cerita fiksi pada video yang ditayangkan. Siswa berkolaborasi untuk menyelesaikan tugas kelompoknya. Hal ini akan menumbuhkan sikap kerjasama dan saling membantu antar teman. Selain itu siswa akan lebih mudah dalam menyimak karena proses menyimak dilakukan tidak hanya mendengarkan melalui pembacaan teks karangan fiksi oleh guru akan tetapi melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dengan menyaksikan video animasi.

Pembelajaran menyimak karangan fiksi melalui media video animasi ini ternyata membuat siswa lebih aktif dan antusias. Oleh karena itu, hendaknya media ini dapat dijadikan sebagai referensi dalam pelaksanaan pembelajaran terutama untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa sehingga hasil belajarnya akan lebih baik.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved