Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Bupati Kudus Hartopo: Bela Negara Bisa Melalui Berpartisipasi Dalam Pemilu

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan bahwa aksi Bela Negara bisa diimplementasikan dalam bentuk mengikuti Pemilu dan Pilkada 2024

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rezanda Akbar
Bupati Kudus Hartopo saat memberikan Sambutan di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan bahwa aksi Bela Negara bisa diimplementasikan dalam bentuk mengikuti Pemilu dan Pilkada 2024.

"Kita sudah menginjak tahun politik nanti tahun 2024 bulan Februari tanggal 14 akan ada Pemilu dan Pilkada, ini adalah pesta rakyat.

Sebagai warga kita harus mensukseskan dan mengantisipasi adanya permasalahan," katanya saat memberikan Sambutan di Balai Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus

Rasa bela negara harus ditumbuhkan dan perlu sinergi agar kompak dalam menjaga kerukunan berupa toleransi.

Baca juga: Warga Kudus Sambut Positif Pasar Murah Pemkab, Borong Beras dan Telur Buat Lebaran

Baca juga: Kunjungi Pasar Kliwon Kudus, Ganjar: Geliat Ekonomi Masyarakat Meningkat Jelang Lebaran

Utamanya dalam menghargai pendapat orang lain dalam pilihan politik. Masyarakat juga harus saling menjaga perdamaian. 

"Kedewasaan politik harus ada, jangan ada perpecahan harus tetap saling baik jangan sampai Pemilu dan Pilkada selesai masih bermusuhan," tegasnya. 

Untuk itu perlu adanya pendidikan dalam bela negara untuk menjaga keutuhan NKRI saling menjaga dan bersinergi. 

Hartopo menekankan agar dalam menjaga keutuhan NKRI tidak mengenal ras suku ataupun agama, kekompakan dalam bela negara juga perlu adanya kekompakan. 

"Jangan mau dipecah belah apalagi termakan dengan isu yang tidak baik seperti kampanye hitam, ini kan juga dilarang oleh negara kita," urainya. 

Saat Pemilu dan Pilkada nanti di gelar dia mengingatkan untuk masyarakat bisa berpartisipasi jangan sampai ada yang golput  

"Politik adalah tujuan yang elegan tidak seperti apa yang diomongkan orang, sebagai konspirasi bahwa politik adalah kejahatan tapi politik adalah bentuk komitmen antara masyarakat dan pemimpinnya," jelasnya. 

Sehingga, nantinya pemimpin yang dipilih bisa mengamalkan dengan baik jabatan yang diberikan oleh rakyat. (ADV/Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved