Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kabupaten Semarang

300 Paket Bantuan Pangan Belum Diambil, Masih Tersimpan di Kantor PT Pos Cabang Ungaran

Masih terdapat sekira 300 paket bantuan yang masih tersisa atau belum diambil oleh sejumlah KRS di PT Pos Cabang Ungaran.

Tayang:
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
PEMKAB SEMARANG
DOKUMENTASI - Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Wigati Sunu secara simbolis memberikan paket bantuan pangan kepada warga tergolong Keluarga Risiko Stunting (KRS) di halaman Kantor Pos Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (2/5/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bantuan pangan dari Pemerintah Pusat berupa telur ayam dan daging ayam beku untuk menangani persoalan stunting di Kabupaten Semarang nampaknya belum optimal.

Pasalnya, masih terdapat sekira 300 paket bantuan yang masih tersisa atau belum diambil oleh sejumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di tempat penyimpanan di PT Pos Cabang Ungaran hingga Jumat (5/5/2023).

Pemberitaan sebelumnya, Pemkab Semarang menyalurkan bantuan pangan tersebut kepada 9.648 kepala KRS di Kabupaten Semarang pada Selasa (2/5/2023).

Paket bantuan itu berupa 10 telur ayam dan 1 kilogram daging ayam karkas beku tanpa kepala dan kaki.

Baca juga: Alhamdulillah, Unissula Semarang Berhasil Pertahankan Akreditasi Unggul Hingga 2029

Baca juga: Semarakkan Sarung di Kota Lama Semarang, Mbak Ita Ingin UMKM Berkreasi

Ketua Satgas Penyaluran Bantuan Pangan Berprotein PT Pos Ungaran Cabang Ungaran, Wawan Setyawan menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan perangkat desa atau kelurahan terkait agar bantuan itu dapat segera disalurkan. 

Menurut dia, daging ayam beku diperkirakan sudah tidak segar lagi setelah H+2 pengiriman. 

Wawan menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah melakukan penggantian penerima menggunakan data perangkat desa atau kelurahan setempat.

“Sesuai SOP, jika sudah lebih dari H+1 dari tanggal undangan yang kami berikan belum diambil, akan dimintakan penggantinya ke perangkat desa/kelurahan setempat,” kata dia kepada Tribunjateng.com, Jumat (5/5/2023).

Dia juga memperkirakan warga yang tidak datang mengambil bantuan itu kemungkinan sudah meninggal dunia atau pindah ke luar daerah.

“Kami menuruti prosedur standar yang ditetapkan dari pusat,” pungkas dia. (*)

Baca juga: Kisah Gus Vava Mahasiswa Asal Wonosobo Ceritakan Ketegangan di Sudan, Proses Evakuasi Dramatis

Baca juga: Kabar Aries Susanti Spiderwomen Asal Grobogan Selepas Rehat, Kini Sudah Miliki Anak Didik

Baca juga: Safari Jumat, Pemkab Jepara Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Warga

Baca juga: Hari Pertama Salatiga Mayday is Fun Day, Ganjar dan Sinoeng Siap Perjuangkan Jaminan Buruh

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved