Berita Pendidikan
USM Mewisuda 1.723 Lulusan, Ini Pesan Rektor Dr Supari Priambodo
Wisuda USM berlangsung di Auditorium Ir Widjatmoko Kampus USM Tlogosari, Kota Semarang sejak Selasa (9/5/2023) hingga Kamis (11/5/2023).
Penulis: amanda rizqyana | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Semarang (USM) mewisuda 1.723 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, dan Magister.
Wisuda berlangsung di Auditorium Ir Widjatmoko Kampus USM Tlogosari, Kota Semarang sejak Selasa (9/5/2023) hingga Kamis (11/5/2023).
Dalam sambutannya, Rektor USM, Dr Supari Priambodo mengatakan, momentum wisuda kali ini merupakan kali pertama menyelenggarakan wisuda tatap muka penuh.
"Setelah 3 tahun pandemi, dengan dinamika dan ketidakpastian luar biasa, untuk pertama kalinya diadakan wisuda offline bersama orangtua," ujarnya melalui Tribunjateng.com, Selasa (9/5/2023).
Baca juga: Pesan Rektor Dr. Supari Priambodo Pada Wisuda Ke-65 USM
Pada momen wisuda ini, untuk kali pertama diadakan wisuda 3 hari berturut-turut, dan tiap harinya dilangsungkan dua sesi wisuda.
Selain menyampaikan mengenai penyelenggaraan wisuda tatap muka penuh pasca dicabutnya pembatasan aktivitas akibat pandemi virus corona, pihaknya menyatakan sudah menyelenggarakan wisuda memanfaatkan teknologi.
Selain itu, dari 1.723 wisudawan, 1.038 wisudawan memperoleh predikat cumlaude.
"Atas capaian tersebut, kami sampaikan selamat untuk para wisudawan dan wisudawati, berikut orangtua, dan pacar, mantan pacar, hingga calon mertua," ujarnya.
Selain itu, Dr Supari juga berpesan agar mereka bisa mengantisipasi dan mitigasi perubahan di masa depan.
Ia berharap, di tengah dunia yang terus berubah menjadikan wisudawan dan wisudawati USM menjadi subyek dan pelaku perubahan dan kemajuan yang terjadi.
"Jangan sampai orang lain mengutak-atik masa depan, tapi tidak bisa berbuat apa-apa terhadap masa depan," kata Dr Supari.
Baca juga: FTIK USM Lepas 214 Calon Wisudawan
Dia menekankan agar wisudawan sebagai agen perubahan, trendsetter, good driver, change maker, atau tercatat sebagai yang terdepan.
Dr Supari ingin wisudawan menjadi sosok yang merdeka dan berhati, yakni merdeka dalam pikir dan kreasi, mencari solusi, menggunakan hati dalam menerapkan solusi dalam implementasi.
"Menghadirkan manfaat dalam setiap saat, jadi agen perubahan dalam suasana yang tetap harmoni," tambahnya.
Dr Supari menyampaikan bahwa prosesi wisuda ini juga menjadi momen pelepasan orangtua pada anak mereka untuk terjun ke masyarakat.
Bahkan dia berpesan agar para wisudawan untuk bisa mandiri dan merdeka secara finansial.
Untuk bisa memiliki kemandirian dan kemerdekaan secara finansial, bagi Dr Supari ialah dengan menginvestasikan ke bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menariknya, dia meminta para alumni untuk datang ke kampus bila rindu dengan individu, tempat, maupun suasana di USM.
"Bila suatu hari rindu dengan USM, ingin jajan di kantin, nongkrong di taman, atau ingin ketemu dengan dosen, silakan datang kembali ke sini," pesan Dr Supari.
Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Sri Budi Wahjuningsih mengatakan, dari total 1.723, sebanyak 1.038 lulusan yang meraih predikat dengan pujian atau cumlaude dari 33 lulusan dari jenjang diploma, 956 lulusan dari jenjang sarjana, dan 49 lulusan dari jenjang magister.
Dia mengatakan, sejak didirikan pada 1987 hingga saat ini, USM telah menghasilkan dan mewisuda 46.563 orang.
"Wisudawan tersebut terdiri atas 8.163 lulusan diploma, 36.091 lulusan sarjana, dan 2.039 lulusan magister," terang Prof Sri Budi.
Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Semarang, Prof Dr Sudharto P Hadi menyampaikan selamat kepada para wisudawan.
Dia mengapresiasi perjuangan para wisudawan karena untuk bisa lulus, mereka telah berjuang keras dalam belajar.
“Kami berharap USM semakin maju dan kemajuan itu satu di antaranya ditopang oleh pilar alumni," ungkap Prof Sudharto.
Baca juga: Fakultas Psikologi USM Lepas 151 Calon Wisudawan
Ia pun berpesan agar alumni USM tetap setia pada almamater dan mengembangkan terus ilmu pengetahuan.
Melihat rasio penerima cumlaude hingga 60 persen dan pihaknya telah bertekad menjadikan USM sebagai universitas unggul.
Prof Sudharto pun bernostalgia dari 'Universitas Sebelah Masjid' berubah menjadi Universitas Sangat Megah.
"Kami berharap kemegahan itu tidak hanya dalam sarana dan prasarana dan melihat kualitas lulusan kami, tidak ada alasan USM untuk menjadi tidak unggul,” ucapnya.
Prof Sudharto menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan jasa para pendiri, atas jasa tim pembangunan.
USM punya calon mahasiswa yang hebat, punya alumni dan pengurus alumni yang hebat.
"Mari bersama-sama dengan semangat menuju USM Unggul, USM Jaya!” pungkasnya. (*)
Baca juga: KPU Karanganyar Siapkan 4 Meja Layanan, Antisipasi Parpol Daftarkan Bacaleg Secara Bersamaan
Baca juga: Ketua DPRD Kudus, Masan: Gedung NU Center Harus Dimaksimalkan Menunjang Kegiatan Umat
Baca juga: Program Magang 310 Taruna Poltekip di Lapas Nusakambangan Cilacap, Yuspahruddin: Ini Ibarat Mekkah
Baca juga: Wali Kota Tegal Dedy Yon Sampaikan 3 Isu Strategis dalam Rakorkomwil III Apeksi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-wisata-usm-2023.jpg)