Opini
Opini Dr Aji Sofanudin: Pudarnya Tradisi Inovasi di Muhammadiyah
SETELAH sebelumnya, Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiah sukses digelar di Surakarta, 18-20 November 2022, dan Musywil Muhammadiyah dan Aisyiah Jaw
Semangat Muhammadiyah sejatinya adalah semangat inovasi. Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan merupakan seorang pembaharu/inovator dalam bidang falak. Beliau pernah meluruskan arah kiblat Masjid Gede Kauman Yogyakarta pada 1897 Masehi/1315 Hijriah.
Ketika itu Masjid Agung Kauman dan masjid-masjid lainnya, letaknya ke barat lurus, tidak tepat menuju arah kiblat yang 24 derajat arah barat laut.
Semangat ini mestinya yang perlu ditumbuhsuburkan dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Sayang, nampaknya semangat Muhammadiyah untuk melakukan inovasi bukan merupakan gerakan mainstrem dalam organisasi.
Saat ini, inovasi justru gencar dilakukan oleh Nahdlatul Ulama (NU). NU melakukan maistreming bid’ah hasanah dalam berbagai hal.
NU banyak melakukan ATM (amati, tiru, dan modifikasi) terhadap kemajuan Muhammadiyah di bidang pendidikan. Pada pendidikan tinggi misalnya, kampus-kampus NU, mulai membuka jurusan-jurusan yang menjadi unggulan di Muhammadiyah.
Muhammadiyah seperti terjebak dalam rutinitas, mandeg dalam melakukan pembaruan. Semoga tidak benar. Selamat melakukan Musyda Muhammadiyah dan Aisyiah di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Semangat inovasi adalah semangat fastabiqul khairaat, berlomba-lomba dalam kebaikan. (*tribun jateng cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cadar-dan-ekspresi-keberagamaan_opini-aji-sofanudin_20171101_081221.jpg)