Berita Blora

Gebyar Hardiknas Ditutup, Dindik Blora: Event Bagian dari Alat Ukur Keberhasilan Kurikulum Merdeka  

Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Pameran gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM
Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Pameran gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diselenggarakan di halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora resmi ditutup, Kamis (25/5/2023). Acara penutupan ini diisi dengan pementasan kesenian, puisi hingga budaya dari para siswa. Dalam penutupan ini juga dilakukan penyerahan piala pemenang lomba dalam gelar Hardiknas tahun ini. (TRIBUNMURIA/AHMAD MUSTAKIM)  

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Pameran gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diselenggarakan di halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blora resmi ditutup, Kamis (25/5/2023).

Acara penutupan ini diisi dengan pementasan kesenian, puisi hingga budaya dari para siswa.

Dalam penutupan ini juga dilakukan penyerahan piala pemenang lomba dalam gelar Hardiknas tahun ini.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Widodo mengungkapkan, hari ini melakukan closing ceremony atau acara penutupan pameran P5 pada gebyar Hardiknas yang dilaksanakan selama 3 hari ini.

Dirinya berharap, kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus berlangsung.

"Kegiatan ini bagian dari alat mengukur keberhasilan kurikulum merdeka," ucap Widodo kepada tribunmuria.com di kantornya, Kamis (25/5/2023).

Dikatakannya, tujuan dari pameran ini adalah melihat bagaimana implementasi kurikulum merdeka dilakukan di masing-masing satuan pendidikan.

"Bisa kita lihat, pemahaman masing-masing satuan Pendidikan memang beragam. Memang idealnya pameran pendidikan itu bukan pameran yang mengeluarkan produk yang bisa dijualbelikan, tidak harus begitu," terang Widodo.

"Tapi memang kebiasaan orang kalau di pameran tidak beli sesuatu itu kan aneh rasanya, alhamdulillah dengan kelebihan dan kekurangan ini bisa diambil hikmah ke depan," imbuh Widodo.

Menurutnya, memang perlu ada evaluasi ke depan, melihat sudah banyak yang sudah mengimplementasikan kurikulum merdeka ini.

"Sudah bagus. Sudah ada kegiatan-kegiatan, perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporannya itu ada. Jika diterapkan akan ada laporan tertulis, ada proposal dan lainnya,"

Pihaknya mengapresiasi event besar ini karena merupakan kegiatan pertama kali.

"Antusias masyarakat juga luar biasa, mereka juga mendapatkan ruang untuk berekspresi. Mungkin lama karena tidak ada event, atau mungkin ada hal lain yang membuat penasaran," ungkap Widodo.

semangat"Kemarin saat pembukaan ada Pak Bupati, Bu Wakil Bupati, Pak Sekda, Bunda Ain, mereka sangat mengapresiasi. Apalagi lagu-lagu yang ditampilkan lagu daerah yang memberikan semangat," tambah Widodo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved