Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Pengurus Posyandu di Batang Bikin Usaha Simpan Pinjam, Hasilnya untuk Atasi Stunting

Sekira 50 persen hasil KUB Simpan Pinjam untuk PMT yang tersebar di 9 Posyandu kemudian sisanya untuk tambahan.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Aktivitas pengecekan balita di Posyandu Kuncup Mekar Desa Beji, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jumat (26/5/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pengentasan stunting menjadi salah satu program yang saat ini terus digencarkan oleh pemerintah.

Posyandu berperan penting dalam mengatasi atau menekan angka stunting.

Usaha pengentasan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, pengurus Posyandu Kuncup Mekar di Desa Beji, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang misalnya.

Mereka membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) simpan pinjam, dari usaha itu laba yang dihasilkan untuk memenuhi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita yang ada di sekitar.

Total sudah ada 580 balita yang mendapat PMT gratis dari usaha para pengurus Posyandu itu.

Baca juga: Bea Cukai Jamin Beri Kemudahan Izin Kawasan Berikat di KIT Batang

Baca juga: Cerita Penyanyi Dangdut Asal Batang, Merantau Merintis Karier dari Koki hingga Tembus Dapur Rekaman

Ketua Posyandu Kuncup Mekar Batang, Solechati mengatakan, sekira 50 persen hasil KUB Simpan Pinjam untuk PMT yang tersebar di 9 Posyandu kemudian sisanya untuk tambahan.

"Alhamdulillah dari usaha ini bisa untuk PMT, yang mana saat ini ada 11 balita terindikasi stunting."

"Dengan ini semoga bisa menekan angka stunting dan diharapkan bisa zero," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (26/5/2023).

Posyandu Kuncup Mekar Batang membawahi sembilan posyandu yaitu 1 Posyandu Bindu, 4 Posyandu balita, 3 posyandu lansia, dan 1 Posyandu ibu hamil. 

"Untuk aset KUB Simpan Pinjam saat ini sudah mencapai Rp 58,5 juta, anggotanya mencapai 43 orang," terang Solechati

Solechati mengatakan, KUB ini mendapat sokongan dari corporate social responsibility (CSR) PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) atau pengelola PLTU Batang sejak 2014.

Dukungan modal dari BPI mencakup 14 KUB Kader Kesehatan yang membuat usaha simpan pinjam, margin dari usaha itu untuk memenuhi kebutuhan PMT secara mandiri. 

"Total dana dari BPI hingga saat ini mencapai Rp 28,5 juta."

"Secara kumulatif, Sisa Hasil Usaha (SHU) dari usaha simpan pinjam KUB Kader berjumlah total Rp 813.404.000."

"Adapun dari total hasil SHU tersebut."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved