Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Kelompok Teater Kampus Jepara Unjuk Karya, Tuman Tampilkan Winara

Kelompok teater kampus itu mementaskan naskah berjudul Winara. Pertunjukkan ini dipadati sekira 300 penonton yang sebagian dari kalangan mahasiswa

Tayang:
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: muslimah
Teater Tuman
Salah satu adegan dalam pementasan teater berjudul Winara, Jumat (26/5/2023). Naskah ini dipentaskan oleh Teater Tuman dan disutradarai oleh Robit.(Dok. Teater Tuman). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA-Setelah sekira lima tahun tidak memproduksi pertunjukkan skala besar, Teater Tuman (Tukul Manfaat) kembali menggelar pentas si Gedung MWC NU Kompleks Kampus Unisnu, Jumat (26/5/2023) semalam.

Terakhir kali mereka menggelar pentas pada 2018 lalu dengan naskah Duh dan Kan.

Kelompok teater kampus itu mementaskan naskah berjudul Winara. Pertunjukkan ini juga dipadati sekira 300 penonton yang sebagian dari kalangan mahasiswa.

Naskah tersebut merupakan gubahan Ahmad Robit Himami, yang tak lain pelaku seni teater kawakan di Jepara. Ia juga menyutradarai pementasan ini.

Ihwal naskah, ia menyebut naskah ini muncul dari kegelisahannya terhadap lingkungan sekitar, meskipun ada beberapa tambahan imajinasinya.

"Banyak point yang saya adopsi dari apa yang saya lihat dan temui, tentu dengan imbuhan bumbu," ujar pria yang akrab disapa Yi Robit itu. 'Yang ingin saya sampaikan utamanya adalah tentang perihal feminisme."

Pertunjukan berjalan kurang lebih selama dua jam, dengan memainkan sebanyak 11 aktor yang dengan ciamik bermain diatas panggung. Cerita tersebut menyoal masalah keluarga di tengah himpitan ekonomi. Juga bagaimana perempuan bertahan hidup saat gaji sebagai buruh pabrik.

Judul naskah ini diambil dari nama tokoh cerita, yakni Winara. Ia lahir dari rahim ibunya, yang merupakan hasil hubungan di luar pernikahan. Wara (nama panggilan sayang dari ibunya) tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang kurang sempurna, beriringan deru tangisan ibunya dari pertengkaran dengan ayah tirinya.

Dalam keluarga yang sederhana, Yanti (ibu Wara) terpaksa menjadi tulang punggung keluarga semenjak suaminya (Supar) berhenti bekerja dan terjebak dalam lubang judi online slot, hingga melupakan tanggung jawab terhadap istri dan anak tirinya (Wara).

Menjadi buruh pabrik, bagi Yanti gajinya belum mampu untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan keluarganya. Hingga akhirnya ia mau menerima tawaran pekerjaan tambahan dari atasannya di pabrik.

Yanti mencapai kegelisahan dan kebuntuan dalam hidupnya, ia ingin menyudahi ceritanya bersama Supar.

Winara diperankan oleh Lala. Yanti diperankan oleh Reza. Sementara Supar diperankan oleh Aldi.

Dengan cerita yang penuh isu sosial, Ketua Teater Tuman Syarif Hidayatullah berharap pesan yang ingin disampaikan dapat ditangkap oleh para penonton dan akan terngiang-ngiang.

"Harapan saya apa yang telah kami pentaskan akan dapat dikenang dan menjadi tangkapan pesan positif bagi para penonton" ujar Syarif yang juga ikut main sebagai Mansyur.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved