Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Sosok Indri Hapsari, Satu-satunya Master Trainer Pilates Internasional Asal Kota Semarang

Meski lama tinggal di Belanda, tak membuat Indri Hapsari lupa akan kota asalnya di Semarang.

Penulis: faisal affan | Editor: Catur waskito Edy
Dok. pribadi
Indri Hapsari saat menjadi instruktur pilates di Gor Tri Lomba Juang Semarang. 

Dia mengungkapkan bahwa sebetulnya bisa saja dia memilih bagian negara Benelux yakni Belgia, Netherland dan Luxemburg. Namun dia akhirnya memilih Indonesia yang mana tempat kelahirannya.

 "Tapi kenapa fokus di Indonesia karena satu saya ingin memajukan dan ingin berbagi ilmu dengan teman-teman dari Indonesia karena, Indonesia akan lebih lambat perkembanganya dari Asia," ucapnya.

Indri lalu menambahkan untuk instruktur training yang pertama itu ada di Indonesia tepatnya bulan Juni, lalu ada teacher trainingnya itu ada di Hongkong bulan Juli lalu di Singapura.

"Jadi saya bangga sekali program bari pilates flow jatuhnya di Indonesia dan bukan di Jakarta tapi di Semarang," ungkapnya.

Lebih lanjut Indri menuturkan, kenapa dia kemudian menentukan jalan hidup pada bidang senam ini.

Jauh sebelum ini, sebetulnya Indri sudah menekuni senam sejak di Semarang pada 1999 dan sempat ikut berbagai kompetisi.

Setelah itu pada 2008 dia pindah ke Belanda untuk melakukan studi. Namun meski demikian passion senamnya bukan meredup melainkan lebih meningkat lagi.

Di negeri Kincir Angin itu dia mempelajari dan melakoni berbagai cabang senam yakni dari aerobik, lalu zumba. Selanjutnya zumba ke Yoga dan Yoga ke Bar. Dari bar ke piloxing itu perpaduan pilates dan boxing. Kemudian mendalami pilates dan circle mobilty

"Titik balik ini saya berpikir memang ini passion saya. Memang ini hasrat saya jadi guru. Memang kalau diingat-ingat lagi dulu cita-cita saya jadi guru," katanya.

Usai mempelajari banyak jenis senam tadi, Indri akhirnya menekuni pilates. Hal itu dilakoni Indri usai mengalami cedera overtrain.

"Berawal dari cedera karena overtrain. Pilates itu kan terapi. Gerakamnya safe. Meminimalisasi cedera otot. Makanya mendalami pilates. Waktu fisiotherapy juga pakai gerakan pilates. Karena pilates adalah gerakan work out daan safe dan minim injury," katanya.

Setelah ini, Indri mengaku akan semakin mengembangkan dan menyebarkan ajaran pilates khususnya di Kota Semarang.

"Seperti yang saya bilang tadi. Saya ingin memajukan Indonesia agar tidak terlambat khususnya dalam ilmu pilates. Untuk memulai upaya itu tentunya saya memulainya dari Kota Semarang," pungkasnya.(*)

Baca juga:  Pelajar di Karanganyar Bikin Sepeda Motor Listrik, Awalnya Untuk Bantu Petani Angkut Hasil Produksi

Baca juga: Balita Gizi Buruk Asal Brebes Dapat Perawatan Intensif di RSUD Kardinah Tegal

Baca juga: Sensus Pertanian 2023, 690 Petugas Siap Terjun hingga Pelosok Desa di Batang

Baca juga: Dua Pelaku Pembobolan Kotak Infaq Masjid di Karanganyar Terekam CCTV, Beraksi Dini Hari

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved