Berita Demak
Bupati Demak Sepakat Akan Ajukan Grebeg Besar Ke Unesco
Pemkab Demak sepakat akan mengajuan pendaftaran keseluruhan rangkaian Grebeg Besar Demak ke UNESCO, sebagai warisan budaya leluhur
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Catur waskito Edy
Pada malam hari menjelang tanggal 10 Dzulhijah, diadakan acara Tumpeng Sanga dan di Kadilangu diadakan Selamatan Ancakan.
Pagi hari pada tanggal 10 Dzulhijah, masyarakat melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Agung Demak.
Setelah itu, dilakukan ritual utama dalam Grebeg Besar Demak berupa penyucian benda pusaka yang disebut dengan uborampe.
Grebeg Besar Demak digunakan sebagai upacara adat, hiburan, media komunikasi, penyatuan nilai-nilai kemasyarakatan dan objek pariwisata.
Grebeg Besar berasal dari dua kata Bahasa Jawa yaitu Grebeg dan Besar.
Grebeg berarti suara angin yang menderu. Grebeg juga dapat diartikan sebagai pengiring atau perkumpulan.
Sedangkan kata Besar merupakan nama bulan Dzulhijah dalam Bahasa Jawa.
Sehingga Grebeg Besar bermakna yaitu perkumpulan masyarakat Muslim di bulan Dzulhijah.
Perkumpulan ini dilakukan di Masjid Agung Demak.
Grebeg Besar dimulai dengan memasuki halaman Masjid Agung Demak, kemudian dilanjutkan menuju makam para sultan Kesultanan Demak dan makam Sunan Kalijaga di Demak.
Para peziarah akan diberikan informasi tentang tata cara berziarah oleh pemandu dan diminta bersuci terlebih dahulu.
Kegiatan ziarah dimulai pada tanggal 1 Zulhijah bada ashar. Pada malam hari diadakan pasar malam sebelum perayaan Idul Adha. (Ito)
Baca juga: Tahu Mau Ditangkap, Pelaku Curanmor asal Barusari Mranggen Demak Ini Menyerahkan Diri ke Polisi
Baca juga: Makin Sengit, Febby Carol Kakak Virgoun ke Inara Rusli: Jangan Sok Suci
Baca juga: Viral! Video Bocil Ngamuk Banting-Banting HP Karena Kalah Main Game Free Fire
Baca juga: Polda Jateng Ungkap Kasus TPPO saat SBMI Ragukan Kinerja Polri