Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Minimalisir Abrasi, Delegasi 20 Negara Tanam Bibit Mangrove di Pesisir Kota Pekalongan

Penanaman mangrove dilakukan sebagai ikhtiar mengantisipasi dan meminimalisir dampak perubahan iklim akibat abrasi air laut yang semakin meluas.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid bersama para delegasi dari 20 negara pada program Adaptation Fund sedang menanam bibit mangrove di pesisir pantai utara Kota Pekalongan, Jumat (9/6/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kemitraan Indonesia bersama Pemkot Pekalongan dan para delegasi dari 20 negara memulai program Adaptation Fund untuk mengatasi perubahan iklim di Kota Pekalongan.

Salah satu upayanya adalah turut berkontribusi secara langsung menanam puluhan bibit mangrove di kawasan pesisir utara Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, kemitraan Indonesia bersama para delegasi dari 20 negara yang tergabung dalam program adaptation ini, bisa meninjau langsung bagaimana situasi dan kondisi wilayah pesisir di Kota Pekalongan.

Baca juga: Kerjasama Dengan 10 Mitra MPP, Ini Pesan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

"Penanaman mangrove ini dilakukan sebagai ikhtiar mengantisipasi dan meminimalisir dampak perubahan iklim akibat abrasi air laut yang semakin meluas."

"Pagi belum terlalu rob, tetapi siang hari biasanya rob agak tinggi lagi di sini."

"Mereka bisa mengamati langsung, tidak hanya presentasi ataupun lewat video."

"Mudah-mudahan dari kegiatan ini muncul suatu ide dan tindakan untuk penanganan jangka pendek, menengah, maupun panjang."

"Salah satunya melalui adanya penanaman bersama bibit mangrove ini," kata Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com, Jumat (9/6/2023).

Pihaknya meminta kepada relawan maupun seluruh masyarakat agar seusai bibit mangrove ini ditanam dan tumbuh bisa bersama-sama menjaga keberlangsungannya dalam rangka meminimalisir abrasi air laut yang semakin tahun semakin tinggi.

"Kami berharap, sekira 1 tahun bibit mangrove ini bisa tumbuh subur dan hal ini merupakan ikhtiar bersama untuk menyelamatkan pesisir Kota Pekalongan."

"Mengingat, berdasarkan pengukuran dari 10 tahun lalu, tinggi abrasi sudah hampir 20 meter," imbuhnya.

Baca juga: Delegasi Dari 20 Negara Belajar Membatik di Museum Kota Pekalongan

Kemudian, upaya Kota Pekalongan dengan adanya pembangunan tanggul raksasa di sebelah utara yang diperkirakan bisa kuat sampai 8 tahun, ternyata baru 4 tahun air laut sudah limpas di atas tanggul tersebut. 

Pasalnya, abrasi maupun perubahan iklim ini tidak bisa diprediksi.

"Tidak hanya kenaikan tingginya air laut, melainkan juga permasalahan yang kompleks adalah adanya penurunan muka tanah yang luar biasa."

"Kami selalu berupaya untuk meminimalisir perubahan iklim yang terjadi."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved