Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kasus Inses di Purwokerto

Kasus Inses di Purwokerto Diduga Terjadi Sejak 12 Tahun Yang Lalu

Hubungan gelap antara ayah dan anak kandung di Purwokerto diduga terjadi sekitar 12 tahun yang lalu.

|
Permata Putra Sejati 
Tim Inafis Satreskrim Polresta Banyumas saat melakukan penggalian di lokasi penemuan dugaan kerangka bayi korban aborsi di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Kamis (22/6/2023).  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Satreskrim Polresta Banyumas telah menangkap ayah dari E terduga pemilik empat kerangka bayi di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas.

Berdasarkan informasi Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal tak jauh dari lokasi penemuan empat kerangka tersebut mengaku sempat melihat E mengandung.

Kandungan itu diduga hubungan gelap antara anak dan bapak yang kejadiannya sekitar 12 tahun lalu. 

Baca juga: Anak Inses Dengan Ayah di Purwokerto Hamil Sejak Usia 14 Tahun, Jauh Sebelum Temuan Kerangka Bayi

Kasat Reskrim, Kompol Agus Supriadi mengatakan pihaknya berhasil mengamankan bapak dari wanita berinisial E tersebut, Sabtu (24/6/2023) malam. 

"Ditangkap masih di Kabupaten Banyumas, tetapi saat ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu (25/6/2023).

Indikasi kerangka-kerangka bayi tersebut adalah hubungan Inses Bapak-Anak semakin menguat.

Banyak yang memunculkan dugaan adanya hubungan inses antara bapak dan wanita berinisial E.

"Ada indikasi ke sana, tetapi kita harus lakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Kita masih kembangkan saat ini," jelasnya.

Baca juga: Inses Dengan Ayah Kandung, Ini Kesaksian Warga Soal Wanita Pemilik Kerangka Bayi di Purwokerto

Menurut pemilik tanah tempat ditemukannya kerangka bayi, Prasetyo Tomo (42) mengaku bapak dari E masih memiliki hubungan saudara dengannya dan sempat tinggal di sebuah gubuk di tanah miliknya. 

"Waktu ketemu ada kerangka ini, dia katanya sedang mancing di seberang sungai," ujar dia.

"Kemudian pergi pas tanya warga ada ramai-ramai apa," jelasnya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved