Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Jukut Rindik, Tumbuhan Bermanfaat Untuk Mengobati Gonorrhoea dan Rematik

Jukut Rindik, Tumbuhan Bermanfaat Untuk Mengobati Gonorrhoea dan Rematik

Editor: galih permadi
budi santoso/BKSDA Jateng
Jukut Rindik, Tumbuhan Bermanfaat Untuk Mengobati Gonorrhoea dan Rematik 

TRIBUNJATENG.COM - Jukut rindik atau Rumput wangi adalah tumbuhan yang memiliki nama latin Polygala paniculata L.

Ia termasuk tumbuhan semusim, ia bersasal dari biji yang tumbuh dan akan mati setelah mencapai dewasa atau 4-5 bulan setelah tumbuh.

Keluarga Polygalaceae ini pada beberapa daerah memiliki nama lain yaitu Rumput tujuh angin; Ki kumat, Jukut rindik, Jukut tikukur, Katumpang lemah, Ki kuwat, Ki cengceng, Ki cengreng, Ki clenceng, Ki tombe, Pace-pace, Sapuan, Sasapuan, Sirawung langit, Tombe (Sunda) dan Daafu nosng (Vietnam) (Heyne, 1987; Prosea, 1999 ). 

Morfologi

Jukut rindik merupakan tumbuhan semusim dengan tinggi dapat mencapai 50 cm, namun seringkali akan ditemukan dalam ukuran yang lebih pendek.

Akar dengan warna coklat terang dan memiliki aroma seperti balsem.

Batang biasanya bercabang-cabang banyak dengan bentuk silindris dan dengan banyak kelenjar-kelenjar yang bertangkai pendek.

Daun tunggal dengan susunan spiral, berbentuk linear hingga linear-lanset, berukuran 5−20×1−4 mm dengan ujung runcing dan tepi yang sedikit melekuk ke sisi abaksial.

Tandan seluruhnya terminal dengan panjang 2−15 cm dan biasanya dengan banyak bunga berwarna putih atau sedikit keunguan.

Panjang bunga antara 1.5−2 mm. Buah berupa kapsul dengan panjang sekitar 2 mm dan berbentuk jorong, berisi banyak biji berwarna gelap (Silalahi et al., 2019).

Habitat

Sering ditemukan di kawasan terbuka atau ladang yang sudah tidak diolah, lahan tak terpakai, namun diduga tidak mampu hidup pada daerah yang terlalu kering.

Kisaran elevasi untuk jenis ini mulai dari dataran rendah dekat laut hingga ketinggian 2250 m (Silalahi et al., 2019).

Jukut rindik seringkali dianggap sebagai gulma. Mudah ditemui di kebun, perkebunan tebu, savana, sepanjang tepi jalan, di perbukitan kering, di semak belukar dan di tepi hutan.

Kandungan 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved