Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

4 Polisi Jadi Tersangka Tewasnya Tahanan di Banyumas, Keluarga OK Ingin Rekaman CCTV Diperlihatkan

Perwakilan keluarga OK (26) tersangka tewasnya tahanan di Banyumas mengaku masih belum sepenuhnya puas dari hasil Konferensi Pers di Polda Jateng

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Perwakilan keluarga OK, Purwoko tersangka tewasnya tahanan di Banyumas saat ditemui di rumah, Selasa (18/7/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Perwakilan keluarga OK (26) tahanan di Banyumas yang tewas mengaku masih belum sepenuhnya puas dari hasil Konferensi Pers di Polda Jateng. 

Pihak Pengacara YLBH Yogyakarta, Royan Juliazka Chandrajaya mengatakan penetapan tersangka perlu diperiksa lagi dan bukti perlu disampaikan ke publik.

"Kemarin yang ditekankan adalah pada 10 tahanan, seolah-olah yang paling berkontribusi atas kematian OK.

Kemudian telah dibentuk tim investigasi, dari Propam, Polda, dan Polresta. 

Kita kurang sepakat karena OK ini meninggal di Polresta Banyumas.

Sehingga kehadiran Polresta Banyumas kami rasa kurang independen dan perlu dikeluarkan dari tim investigasi," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (18/7/2023).

Baca juga: Kematian Oki di Tahanan Janggal, Terungkap 4 Polisi Polda Jateng Terbukti Menghajarnya

Baca juga: Curhat Carlos Fortes yang Mulai Menemukan Ketajamannya Bersama PSIS Semarang, Ungkap Ambisinya

Pihaknya juga meyayangkan penetapan tersangka tidak ada yang berasal dari perwira.

"Para tersangka ini mereka berada dalam komando sehingga pimpinan harus diperiksa juga," imbuhnya.

Sementara itu perwakilan keluarga OK, Purwoko mengatakan sampai dengan saat ini belum mendapat salinan otopsi dan belum ada kejelasan terkait hal itu.

"Pemutaran CCTV dari titik yang lain juga belum diperlihatkan. 

Kami hanya menerima Surat kematian resmi dari RSUD Margono," kata Purwoko. 

Purwoko memohon kepada Kapolda untuk dilanjuktkan memeriksa oknum polisi yang terekam dalam video di Jatanras. 

"Ada kemungkinan ada sebagian oknum di Jatanras itu yang melakukan interogasi dengan kekerasan. 

Oknum-oknum yang merahasiakan saat dirawat juga diperiksa.

Kita tidak memberitahu OK sedang dirawat di rumah sakit," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved