Pemilu 2024
Caleg DPR RI Asal Blora Door to Door Sapa Warga, Usung Kampanye Populist Problem Programmatic
Berbagai cara dilakukan caleg untuk mendapatkan simpati masyarakat saat Pemilu 2024. Mulai memasang baliho berukuran besar hingga aktif di medsos
Penulis: ahmad mustakim | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Berbagai cara dilakukan calon legislatif (caleg) untuk mendapatkan simpati masyarakat saat Pemilu 2024.
Mulai memasang baliho berukuran besar hingga aktif posting progam dan kegiatan di media sosial.
Hal seperti itu juga dilakukan caleg DPR RI dari PPP dengan nomor urut 9 untuk Dapil Jateng III bernama Muhammad Ahmad Faishol.
Politisi asli Blora ini mengusung kampanye menggunakan program kerja politik.
Ia juga langsung menyapa pemilih dengan mendatangi mereka langsung ke rumah.
Kegiatan door to door itu kian intensif dilakukannya jelang gawe Pemilu 2024.
Pria yang akrab disapa Gus Faishol ini mengungkapkan konsep program kerjanya disesuaikan dengan singkatan partainya yakni PPP kepanjangan dari Populist Problem Programmatic.
“Dengan berbasis data, tim kami mencoba menyisir problem yang populis dan riil terjadi di masyarakat. Data itu kita peroleh dari BPS, Bappeda serta serapan aspirasi dari link PATROLI 17," ungkap Gus Faishol, Selasa (18/7/2023).
Baca juga: Fraksi PPP Soroti Infrastruktur, Pendidikan dan Komunikasi Eksekutif dan Legislatif di Blora
Baca juga: Hasil Rapimnas PPP Resmi Usulkan Sandiaga Uno Cawapres Ganjar Pranowo
Baca juga: Status Aldi Taher Sebagai Bacaleg Dipertanyakan! Ngaku Pilih Partai Perindo, Tak Lagi Bersama PPP
Berdasarkan data tersebut, lanjut Gus Faishol, disusunlah berbagai program kerja sebagai solusinya.
Dirinya mencontohkan salah satu problem riil yang berbasis data misalnya adalah 40 persen lebih tenaga kerja terserap pada sektor pertanian.
"Tetapi sumbangan pertanian terhadap PDRB hanya sekitar 22 persen," ujar Gus Faishol.
Dirinya menjelaskan, secara makro terdapat problem pada nilai produk pertanian.
Solusinya adalah meningkatkan nilai produk pertanian Blora.
"Dalam pandangan kami, untuk meningkatkan nilai produk pertanian di Blora adalah dengan meningkatkan secara signifikan jumlah komoditas tanaman buah yang bernilai tinggi di Blora," paparnya.
Gus Faishol menambahkan, jika terpilih sebagai wakil rakyat, maka dalam jangka lima 5 tahun mendatang, pihaknya akan menginisiasi gerakan 999 ribu tanaman buah untuk Blora.
"Kenapa tanaman buah? mungkin itu pertanyaannya. Pilihan itu kita ambil karena sebenarnya yang dibutuhkan memang diversifikasi hasil pertanian selain padi dan jagung," terangnya.
"Pada dua komoditas itu secara kuantitatif hasilnya sudah bagus. Jadi ruang untuk mningkatkan agak sempit, jika tetap dimaksimalkan tetap kurang signifikan nilainya terhadap PDRB. Jadi komoditas buah itu menurut kami pilihan yang potensial dan strategis," tambahnya.
Dikatakannya, gerakan itu akan dilaksanakan dengan beragam skema.
Misalnya kebun buah mandiri, kebun buah berbasis eco-green, kebun buah kolaborasi bumdes dan kebun buah berorientasi wisata edukasi.
“Tentu saja kami akan memetakan berdasar pertimbangan kecocokan lokasinya dengan jenis tanaman buahnya," ungkapnya. (Kim)
Membaca Ulang Partisipasi Pemilih pada Pemilu Tahun 2024: Antara Antusiasme Elektoral dan Kejenuhan |
![]() |
---|
Inilah Sosok Rizqi Iskandar Muda Anggota DPRD Jawa Tengah Termuda Asal Batang, Dilantik Bareng Ayah |
![]() |
---|
Kisah Happy Franz Haloho, Dilantik Jadi Anggota DPRD 2024-2029 Meski Hanya Modal 94 Suara |
![]() |
---|
2 Caleg PDIP Ancam Kepung Gedung DPRD Karanganyar, Jika Tak Dilantik Sebagai Wakil Rakyat |
![]() |
---|
Komeng Raih 5.399.699 Suara, Ternyata Tak Otomatis Jadi Ketua DPD, Justru Malah Nama Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.