Berita Kesehatan
Catat! Langkah Dini Jika Digigit Hewan Pembawa Rabies Menurut PDHI
Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Tengah, drh. Theresia Anna Ekawati mengapresiasi respon masyarakat temuan hewan terduga Rabies
Penulis: amanda rizqyana | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Tengah, drh. Theresia Anna Ekawati mengapresiasi respon cepat masyarakat atas temuan hewan terduga rabies di Kota Semarang pekan lalu.
Meskipun setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Pertanian Kota Semarang, hewan tersebut tidak menderita penyakit yang juga dikenal penyakit anjing gila.
"Sangat saya apresiasi, bagus sekali respon masyarakat sigap saat menemukan hewan terduga rabies," ujarnya pada Tribun Jateng pada Sabtu (5/8/2023).
drh. Theresia menyatakan, Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang telah bebas rabies sejak 1997.
Daerah di Indonesia yang telah bebas rabies selain di Jawa Tengah antara lain Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Terkait gejala binatang nampak lemas namun agresif, gejala tersebut serupa dengan keracunan pada binatang.
Hewan yang keracunan pun menunjukkan gejala lemas, berbusa yang bagi warga awam disangka berliur, namun agresif.
"Hal tersebut karena rasa sakit teramat-sangat yang dialami oleh binatang tersebut," tambahnya.
Pada binatang yang menderita penyakit rabies menunjukkan gejala lemas, berliur, dan agresif.
dr. Theresia menyatakan hewan penular rabies yang lumrah di Jawa Tengah yakni hewan berdarah panas, antara lain kucing, anjing, monyet atau kera, dan musang.
"Kalau menemukan binatang terindikasi gejala rabies, bisa langsung melaporkan pada petugas terkait untuk dilakukan penanganan dini. Bila nanti dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif rabies, bisa dipastikan hewan tersebut mati dalam 14 hari dan akan dilakukan pemeriksaan otak ke laboratorium," terangnya.
Penularan rabies melalui liur, cakaran, gigitan, bahkan jilatan hewan pada kulit yang luka dari hewan penderita atau pembawa rabies.
Sebagai penanganan awal bila mengalami cakaran, gigitan, atau terkena liur hewan pembawa rabies, bisa melakukan pencucian dengan sabun pada bagian yang luka di bawah guyuran air mengalir selama 15 menit.
Penanganan awal tersebut guna meluruhkan virus dan membuang darah yang berpotensi terpapar rabies.
Pasalnya, rabies menularkan virus lyssavirus yang menyerang saraf dan otak dan menyebar melalui darah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pelaksanaan-vaksinasi-rabies-gratis-oleh-Panitia-Acara-Talkshow-Rabies-dan-Vaksinasi-Rabies-Gratis.jpg)