Berita Internasional
Wabah Demam Babi Afrika, Bosnia Suntik Mati 20.000 Babi
Dalam beberapa hari ini, sekitar 20.000 ekor babi di peternakan-peternakan di timur laut Bosnia telah dimusnahkan.
TRIBUNJATENG.COM, SARAJEVO - Pihak berwenang Bosnia tengah berjuang mengatasi demam babi Afrika yang sangat menular.
Dalam beberapa hari ini, sekitar 20.000 ekor babi di peternakan-peternakan di timur laut Bosnia telah dimusnahkan.
Disebut “African swine fever” karena demam babi ini pertama kali diidentifikasi di Afrika Timur pada awal tahun 1900-an, sebagai penyakit yang menimbulkan kematian babi di wilayah itu.
Baca juga: 13.000 Warga Jerman Diminta Tinggalkan Rumah Setelah Pekerja Konstruksi Temukan Bom Seberat 1 Ton
Belum ada vaksin atau obat untuk penyakit virus yang tidak berbahaya bagi manusia, tetapi fatal pada babi.
Ljubisa Petrovic, Wali Kota Bijeljina, suatu pusat pemerintahan di wilayah Semberija, Bosnia, mengatakan wilayahnya tengah dilanda wabah babi Afrika.
Dia mengkoordinasikan upaya mengatasi krisis ini, termasuk memobilisasi inspektur atau pemeriksa hewan, perlindungan sipil, dan anggota kelompok pemuda untuk membantu pemusnahan hewan yang terinfeksi.
Semberija adalah daerah utama pertanian Bosnia.
Perebakan demam babi Afrika ini kemungkin besar akan berdampak pada mata pencaharian para peternak daerah itu.
Selama beberapa tahun terakhir virus ini telah muncul di antara babi hutan dan babi yang diternakkan di sejumlah negara Eropa, termasuk Latvia, Lituania, Polandia, Rumania, Slovakia, Jerman, dan Hongaria. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bosnia Suntik Mati 20.000 Babi karena Wabah Demam Babi Afrika"
Baca juga: 36.000 Peserta Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan Dievakuasi karena Ancaman Topan Khanun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-kandang-babi-jenis-flu-baru-yang-ditemukan-di-china-disebut.jpg)