Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendidikan

Unik, Siswa SMK PSM Randublatung Blora Ubah Klobot Jagung jadi Busana Carnival, Ini Tampilannya

elajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PSM Randublatung, Kabupaten Blora menyulap klobot (kulit jagung) menjadi busana yang indah

Penulis: amanda rizqyana | Editor: Muhammad Olies
Istimewa/Dok Alifa Nur Fitri
Pelajar SMK PSM Randublatung, Kabupaten Blora mengenakan busana dari klobot dan bahan limbah lainnya saat mengikuti Randublatung Carnival  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Randublatung, Kabupaten Blora menyulap klobot (kulit jagung) menjadi busana yang indah.

Busana berbahan dasar klobot itu dipakai saat Randublatung Carnival yang digelar akhir pekan lalu. 

Tak hanya dari klobot, pelajar SMK PSM Randublatung juga membuat pakaian karnaval berbahan dasar kain perca dan juga bahan-bahan bekas seperti koran dan plastik.

Randublatung Carnival  diikuti pelajar Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP atau MTs, SMA atau SMK hingga waga Randublatung pada umunya.

Randublatung Carnival  ini digelar untuk menyemarakan HUT Kemerdekaan RI ke 78.

Ketua Yayasan YPI PSM Randublatung Alifa Nur Fitri mengapresiasi kreativitas dan kesadaran lingkungan anak didiknya. 

Sebab bahan-bahan yang digunakan untuk membuat busana itu berasal dari bahan limbah. 

"Di tengah isu lingkungan, siswa SMK hadir dengan karya nyatanya membuat busana karnaval daur ulang," ujarnya melalui rilis tertulis yang diterima Tribun Jateng pada Rabu (23/8/2023).

Menurutnya, koran bekas juga banyak terdapat di perpustakaan. Anak didiknya kerap melihat tumpukan koran bekas yang sudah lama dan tidak terpakai.

Sedang klobot memang banyak terdapat di kawasan Randublatung.

Saat musim panen jagung, banyak sekali sampah klobot jagung yang biasanya hanya dibakar saja.

Namun anak didiknya mampu mengemasnya menjadi busana yang akhirnya menjadi maskot dalam Randublatung Carnival.

Baca juga: PKK Solowire Demak Sulap Limbah Plastik Jadi Pakaian Karnaval Bernilai Rupiah Tinggi

Baca juga: Gunakan Dapur Tradisional, Nikmati Kuliner Randublatung yang Lagi Hits, Sego Pecel Pawon Mbah Minah

Baca juga: Sosok Tulus Sopir Ambulans Sragen Viral Pakai Kebaya, Tinggalkan Karnaval untuk Jemput Pasien

Plastik merupakan barang bekas yang sulit terurai bahkan butuh ratusan tahun untuk terurai.

Anak didiknya membawa plastik dari rumah masing-masing yang berwarna merah putih. Mereka berhasil membuat maskot juga dari sampah plastik yang indah dan bernuansa merah putih.

Kepala Sekolah SMK PSM Randublatung Sudari mengatakan dalam karnaval kali ini pihaknya mengirimkan 70 siswa yang menampilkan tarian adat dan hasil karya siswa yang dibagi menjadi 10 suku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved