guru berkarya
TPS Tingkatkan Belajar Perubahan Kehidupan Sosial Budaya Bangsa Indonesia
Mata Pelajaran IPS seringkali dipandang oleh kebanyakan siswa sebagai mata Pelajaran hafalan dan dianggap mudah dan membingungkan.
Oleh: Edi Sujito, S.Pd., Guru IPS SMP Negeri 5 Petarukan
Mata Pelajaran IPS seringkali dipandang oleh kebanyakan siswa sebagai mata Pelajaran hafalan dan dianggap mudah dan membingungkan. Pembelajaran mestinya membuat siswa senang ,termotivasi dan rasa ingin tahu lebih dalam tentang suatu pengetahuan. Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa membutuhkan metode yang tepat dan sesuai. Metode pembelajaran bersifat menyesuaikan kebutuhan belajar siswa.
Penulis sebagai guru IPS menjumpai dikelas IX masih banyak siswa yang tampak bosan dalam mengikuti pembelajaran IPS. Permasalahan ini menjadi pemikiran penulis bagaimana menciptakan pembelajaran menarik dan mampu memotivasi siswa. Penulis pada pembelajaran materi perubahan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia menerapkan metode Think Pair Share atau disingkat TPS. Metode ini dipandang mampu membuat siswa lebih aktif dan tidak membosankan.
Menurut M Sunita (2014: 62) think pair share merupakan model pembelajaran diamana peserta didik berpikir secara mandiri tentang permasalahan yang diberikan oleh guru kemudian diskusi dengan pasangan dan membagikan hasil diskusi tersebut kepada teman di kelas. Model pembelajaran think pair share adalah pembelajaran di mana siswa bisa bekerja sama untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan mengenai apa yang ditugaskan guru. Terdapat tiga tahapan atau karakteristik dalam pembelajaran think pair share, seperti namanya yang terdiri tiga kata yakni think (berpikir secara mandiri), pair (berpasangan) dan share (berbagi dalam segala hal termasuk pengetahuan ke satu individu atau grup belajar). Berikut penjelasan lebih lengkapnya:
Langkah-Langkah penerapan model pembelajaran Think Pair Share pada materi perubahan kehidupan sosial budaya bangsa Indonesia sebagai berikut, pertama,pada saat awal pembelajaran, guru harus bisa mendorong siswa agar kegiatan pembelajaran bisa berjalan.
Pada langkah ini guru mempresentasikan materi perubahan kehidupan sosial dan budaya bangsa Indonesia dengan menggunakan media yang menarik baik slide gambar -gambar atau video YouTube untuk menarik perhatian dan menjawab berbagai gaya belajar siswa. Kemudian , menjelaskan aturan model pembelajaran dari think pair share serta memberikan arahan waktu pada setiap sesi aktivitas model pembelajaran think pair share. Setelah itu, Tanda aktivitas pembelajaran think pair share sudah dilaksanakan adalah ketika guru mempresentasikan materi atau pertanyaan kepada siswa. Pada langkah ini, siswa akan diberi kesempatan waktu untuk berpikir (“think time”). Di mana waktu tersebut dimanfaatkan untuk menjawab segala pertanyaan yang diberikan secara mandiri. Pada tahap ini guru juga harus memahami kemampuan siswa sebelum memberikan pertanyaan atau materi. Setelah itu, Pada langkah ini, guru akan membuat grup belajar berpasangan. Guru memberikan arahan bahwa pembuatan grup belajar bisa teman sebangku atau teman lainnya. Ini agar pembelajaran bisa lebih efisien dan efektif. Selanjutnya siswa akan melakukan diskusi tentang materi, persoalan dan mendapatkan jawaban setelah apa yang telah diutarakan oleh guru. Setelah itu, pada tahap ini siswa akan mengutarakan jawabanya di depan kelas, ini bisa dilakukan secara individu atau dengan grup. Setiap siswa akan mendapatkan nilai sesuai dengan hasil pemikiran yang telah mereka utarakan. Kemudian, Pada langkah ini siswa akan memperoleh apresiasi bisa berbentuk nilai. Ini harus berdasarkan pada apa yang telah mereka utarakan dari hasil diskusi. Terakhir, kegiatan refleksi. Guru meminta beberapa siswa untuk menyampaikan refleksi pembelajaran.
Kelebihan yang diperoleh setelah menerapkan model pembelajaran TPS ini diantaranya siswa dapat lebih proaktif dalam aktivitas pembelajaran, Rasa tanggung jawab siswa bisa terbangun, seperti saat menjawab dan mengutarakan sebuah pertanyaan, Hubungan antar siswa bisa terbangun, Cepat dalam membuat grup belajar karena hanya terdiri dari dua individu atau berpasangan, dan Rasa percaya diri siswa terbangun. Karena mereka dilatih berbicara di depan kelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Edi-Sujito-SPd-Guru-IPS-SMP-Negeri-5-Petarukanhfg4tf4.jpg)