Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Video Tradisi Kawin Tangkap di NTT, 4 Orang Diamankan Polisi

4 orang diamankan polisi buntut video viral kawin tangkap di Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Tayang:
Editor: rival al manaf
Kompas.com/Istimewa
Tangkapan layar video yang menunjukkan aksi kawin tangkap di Sumba Barat Daya. (Tangkapan layar) 

TRIBUNJATENG.COM - 4 orang diamankan polisi buntut video viral kawin tangkap di Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Sebenarnya kawin tangkap merupakan tradisi di sana, namun viedonya viral di media sosial pada Kamis (7/9/2023).

Antara korban dan pelaku juga sebenarnya memiliki hubungan percintaan.

Baca juga: Viral! Detik-detik Wanita Diculik Sekelompok Pemuda di NTT, Diduga Praktek Kawin Paksa

Baca juga: Terekam CCTV, Aksi Kawin Tangkap di Sumba Barat Daya NTT Viral di Media Sosial

Baca juga: Sam Asghari Gugat Cerai Britney Spears? Tidak Pakai Cincin Kawin Jadi Sorotan

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, sejumlah orang mengenakan baju adat 'menculik' seorang wanita dan membawanya kabur menggunakan mobil bak terbuka. 

Kapolres Sumba Barat Daya AKBP Sigit Harimbawan menyebutkan, perempuan berinial DM (20) menjadi korban kawin tangkap oleh pacarnya.

"Pelaku dan korban ada hubungan. Mereka aslinya pacaran," kata Sigit kepada Kompas.com, Jumat (8/9/2023).

Pihak kepolisian menangkap empat orang terkait kasus tersebut, yakni YT (20), LP atau orangtua YT (50), juru bicara (45), dan sopir kendaraan berinisial HT (25).

Lantas, apa itu tradisi kawin tangkap yang terjadi di Sumba, NTT?

Mengenal tradisi kawin tangkap Sigit menjelaskan, dalam bahasa Sumba, kawin tangkap dikenal dengan sebutan Padeta Mawinne.

Disebutkan, kawin tangkap menjadi salah satu tradisi di Sumba, NTT.

Dilansir dari Jurnal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba, NTT: Perspektif FIlsafat Moral Emmauel Kant karya Donatus Sermada (2022), kawin tangkap adalah salah satu tradisi pernikahan di Sumba, NTT khususnya di wilayah pedalaman seperti di Kodi dan Wawewa.

Tradisi tersebut diyakini merupakan warisan nenek moyang mereka secara turun-temurun.

Secara historis, tradisi kawin tangkap biasanya dilakukan oleh laki-laki dari keluarga kaya yang hendak meminang seorang perempuan yang disukainya.

Kawin tangkap dilakukan dengan cara calon pengantin wanita diculik untuk dijadikan istri. 

Tradisi kawin tangkap awalnya dimaksudkan untuk membawa pernikahan tanpa melalui peminangan atau kesepakatan kedua belah pihak, terutama soal mahar atau belis menuju ke tahap peminangan sebagai perkawinan yang sah menurut adat Sumba.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved