Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Antisipasi Bencana, Alat Pendeteksi Longsor Ditanam di Jalan Arjuna Ungaran Kabupaten Semarang

Pemerintah Desa Kalongan bersama akademisi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menanam alat pendeteksi dini kebencanaan di Dusun Bandungan.

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
LONGSOR - Kepala Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Yarmuji menunjukkan lokasi Jalan Arjuna yang ambles dan longsor, Senin (18/9/2023). Longsor secara bertahap terus terjadi sejak Februari 2022 lalu.  

 TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sebagian wilayah di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang terbilang masih rawan longsor.

Hal itu terlihat dari tanah di Jalan Arjuna, Dusun Bandungan desa tersebut yang terkikis dan ambles beberapa kali ke jurang sedalam lebih dari 50 meter.

Menurut informasi yang dihimpun, wilayah tersebut merupakan patahan dan tanah bergerak, sehingga dikhawatirkan longsor masih akan terjadi.

Baca juga: Minibus Terjun ke Jurang 70 Meter saat Hindari Tabrakan dengan Mobil Lain di Lokasi Longsor

Berbagai antisipasi dilakukan pemerintah setempat, beberapa di antaranya yaitu menutup akses jalan provinsi penghubung Jalan Ungaran-Mranggen (Kabupaten Demak) tersebut dan mengalihkan kendaraan ke Jalan Bima.

Langkah terbaru juga dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

Pemerintah Desa Kalongan bersama akademisi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menanam alat pendeteksi dini kebencanaan di Dusun Bandungan.

Kepala Desa Kalongan Yarmuji menunjukkan alat pendeteksi dini kebencanaan 2
DITANAM - Kepala Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Yarmuji menunjukkan alat pendeteksi dini kebencanaan yang ditanam dilokasi dekat longsor di Jalan Arjuna, Dusun Bandungan, Senin (18/9/2023). Alat itu nantinya berfungsi memberitahu warga setempat bila terjadi pergerakan tanah.

Menurut Kepala Desa Kalongan, Yarmuji, alat itu berfungsi untuk memberitahu warga setempat, khususnya yang berada di dekat lokasi rawan longsor bila terjadi pergerakan tanah.

Alat tersebut ditanam berjarak sekitar 50 meter dari lokasi amblesnya Jalan Arjuna.

“Alat ini nanti bisa membaca gerakan tanah, sehingga kalau ada longsor bisa memberikan peringatan dini ke ponsel setiap warga melalui aplikasi Android,” kata Yarmuji kepada Tribunjateng.com, Senin (18/9/2023).

Menurut dia, warga saat ini sering khawatir jika sewaktu-waktu longsor terjadi.

Baca juga: Penambang Emas Tertimbun Longsor di Lubang Sedalam 30 Meter

Pasalnya, longsor berpotensi melebar hingga ke permukiman warga.

“Mereka khawatir jangan-jangan pas tidur, apalagi masuk musim hujan kita juga tidak tahu,” imbuh Yarmuji.

Meskipun alat itu belum dioperasikan dan diluncurkan, Yarmuji menambahkan pihaknya akan segera membentuk tim dari Karang Taruna Desa Kalongan untuk melakukan sosialisasi kepada warga. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved