Berita Ungaran
Antisipasi Bencana, Alat Pendeteksi Longsor Ditanam di Jalan Arjuna Ungaran Kabupaten Semarang
Pemerintah Desa Kalongan bersama akademisi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menanam alat pendeteksi dini kebencanaan di Dusun Bandungan.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sebagian wilayah di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang terbilang masih rawan longsor.
Hal itu terlihat dari tanah di Jalan Arjuna, Dusun Bandungan desa tersebut yang terkikis dan ambles beberapa kali ke jurang sedalam lebih dari 50 meter.
Menurut informasi yang dihimpun, wilayah tersebut merupakan patahan dan tanah bergerak, sehingga dikhawatirkan longsor masih akan terjadi.
Baca juga: Minibus Terjun ke Jurang 70 Meter saat Hindari Tabrakan dengan Mobil Lain di Lokasi Longsor
Berbagai antisipasi dilakukan pemerintah setempat, beberapa di antaranya yaitu menutup akses jalan provinsi penghubung Jalan Ungaran-Mranggen (Kabupaten Demak) tersebut dan mengalihkan kendaraan ke Jalan Bima.
Langkah terbaru juga dilakukan oleh pemerintah desa setempat.
Pemerintah Desa Kalongan bersama akademisi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menanam alat pendeteksi dini kebencanaan di Dusun Bandungan.

Menurut Kepala Desa Kalongan, Yarmuji, alat itu berfungsi untuk memberitahu warga setempat, khususnya yang berada di dekat lokasi rawan longsor bila terjadi pergerakan tanah.
Alat tersebut ditanam berjarak sekitar 50 meter dari lokasi amblesnya Jalan Arjuna.
“Alat ini nanti bisa membaca gerakan tanah, sehingga kalau ada longsor bisa memberikan peringatan dini ke ponsel setiap warga melalui aplikasi Android,” kata Yarmuji kepada Tribunjateng.com, Senin (18/9/2023).
Menurut dia, warga saat ini sering khawatir jika sewaktu-waktu longsor terjadi.
Baca juga: Penambang Emas Tertimbun Longsor di Lubang Sedalam 30 Meter
Pasalnya, longsor berpotensi melebar hingga ke permukiman warga.
“Mereka khawatir jangan-jangan pas tidur, apalagi masuk musim hujan kita juga tidak tahu,” imbuh Yarmuji.
Meskipun alat itu belum dioperasikan dan diluncurkan, Yarmuji menambahkan pihaknya akan segera membentuk tim dari Karang Taruna Desa Kalongan untuk melakukan sosialisasi kepada warga. (*)
Guru Matematika Jadi Pengajar Agama: Ironi Kekurangan Tenaga Pendidik di Kabupaten Semarang |
![]() |
---|
Tak Hanya Subsidi, Pemkab Semarang Siapkan Strategi Jangka Panjang Selamatkan Petani Tembakau |
![]() |
---|
227 Murid Dapat Makan Bergizi Gratis, Wiji Rahayu Bersyukur SLB Negeri Ungaran Ikut Diperhatikan |
![]() |
---|
Kisah Ariyanto Ikhlas Tak Ambil Kelebihan Bayar PBB, Meski Pemkab Semarang Membatalkan Kenaikan |
![]() |
---|
"Alhamdulillah Beban Ortu Berkurang", Respons Pedagang Kopi Usai Bupati Ngesti Batalkan Kenaikan PBB |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.