Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Inilah Jalur Paling Angker di Indonesia, Paling Ditakuti Para Sopir Truk

Inilah jalur palung angker di Indonesia. Para sopir pun memilih untuk menghindarinya, terutama mereka yang tak punya pengalaman

Editor: muslimah
KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA
Truk melintas di ruas Simpang Randu, Lampung Tengah, Jumat (5/5/2023). Kondisi jalan tersebut telah rusak bertahun-tahun. 

TRIBUNJATENG.COM – Inilah jalur palung angker di Indonesia.

Para sopir pun memilih untuk menghindarinya, terutama mereka yang tak punya pengalaman.

Angker di sini bukan karena jalur tersebut banyak hantunya.

Melainkan karena banyaknya pungli.

Baca juga: Detik-detik Peluru yang Tewaskan Brigpol SH Ajudan Kapolda Kaltara Tembus Keluar Kamar, Terekam CCTV

Baca juga: Kisah Cinta Siti Basiroh dan Suaminya Bule Amerika yang Membunuh Ayah Mertua, Dulu Tak Curiga

Aksi pungutan liar atau pungli hingga saat ini masih kerap menyasar sopir truk di Indonesia.

Bahkan, oknum pungli biasanya punya markas atau pos penjagaan khusus untuk menghentikan sopir truk agar memberikan jatah preman, istilahnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng-DIY Bambang Widjanarko mengatakan, jalur Sumatera hingga saat ini masih menjadi lintasan yang paling menakutkan untuk sopir truk karena banyak oknum pelaku pungli.

“Kalau di jalan antarkota itu paling banyak pungli di Sumatera. Misalnya perjalanan dari Bandung ke Palembang sebelum ada tol.

Kalau lewat jalan arteri itu banyak sekali yang disebut Pos Keamanan Jalan Raya (PKJR),” kata Bambang kepada Kompas.com, Minggu (24/9/2023).

Bambang menjelaskan, PKJR adalah tempat pemungutan dana dari sejumlah oknum terhadap sopir truk, tapi bukan retribusi legal.

Biasanya oknum yang memungut dana adalah pemuda setempat dengan kedok untuk pembangunan desa.

“Tidak ada yang tahu dananya untuk apa. Tapi kita tidak percaya untuk pembangunan desa. Biasanya mereka untuk minum-minum atau pesta,” kata Bambang.

Kadang-kadang yang jaga PKJR itu pemuda yang beraroma alkohol dengan tampilan seperti preman yang bertato, anting-anting, dan sebagainya

“Makanya, kita suka aneh masa sih untuk pembangunan desa, kalau pembangunan desa pasti ada dananya dari pemerintah, tidak mungkin pemungutan uang di jalan seperti itu,” kata Bambang.

Oleh karena itu, dalam menjadi mitra sopir truk biasanya para pengusaha tidak akan sembarangan memberikan tugas untuk melintasi jalur Sumatera.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved