Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perundungan Siswa SMPN Cilacap

Bupati Jelaskan Upaya Memulikhkan Kondisi Korban Perundungan Siswa SMPN Cilacap

FF (13) siswa SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap jadi korban perundungan yang dilakukan teman satu sekolahnya.

Humas Polresta Cilacap
Pj Bupati Yunita dan jajaran Forkopimda Cilacap saat melakukan konferensi pers terkait kasus perundungan siswa Rabu (27/9). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - FF (13) siswa SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap jadi korban perundungan yang dilakukan teman satu sekolahnya.


Saat ini siswa yang duduk di bangku kelas 8 itu sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.


Bahkan korban FF sudah menjalani visum untuk memeriksa sejumlah luka hasil penganiayaan kakak kelasnya seperti yang ada di video.

Baca juga: Warganet Silaturahmi ke Akun Medsos Pelaku Perundungan Siswa SMPN di Cilacap, Ucap Salam dan Hujatan

Baca juga: Dari MK Nyaris Diamuk Massa hingga Dua Pelaku Kasus Perundungan Siswa SMP di Cilacap Jadi Tersangka


Terkait kejadian itu, Pj Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar memastikan bahwa pihaknya dalam hal ini Dinas KB, PP & PA akan melakukan pendampingan secara psikologis terhadap korban.


Menurutnya pendampingan psikis sangat penting dilakukan supaya korban tidak merasa trauma akibat insiden perundungan itu.


"Maka yang utama bagi kami semua di Kabupaten Cilacap adalah bagaimana korban bullying itu ditangani terlebih dahulu."

"Jadi yang pertama tentu secara medis, harus dilakukan visum.
Kemudian secara psikis kami dan Dinas KB, PP & PA akan terus dampingi supaya tidak terjadi trauma," jelasnya saat konferensi pers, Rabu (27/9).


Dalam kesempatan itu Yunita juga sempat mengapresiasi peran Polresta Cilacap yang telah gerak cepat melakukan berbagai tindakan terhadap pelaku bullying.


Mulai dari pengamanan hingga pemrosesan hukum lebih lanjut.


Yunita menuturkan, bahwa upaya selanjutnya yang dilakukan Pemkab Cilacap adalah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala SMP, SMK dan SMA di Kabupaten Cilacap.


Tujuanya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayah Kabupaten Cilacap.


Atas kejadian itu, ia pun meminta bantuan dari seluruh masyarakat Kabupaten Cilacap terutama orang tua siswa untuk sama-sama kompak melakukan pendampingan terhadap anak-anak.


"Jadi bukan karena ada kejadian ini lalu mendampingi, tetapi selama anak-anak ini sekolah ya tentu tanggung jawab kita bersama."

"Bukan tanggung jawab sekokah saja, tetapi juga tanggung jawab orang tua dan masyarakat," tutur Yunita.


Yunita menambahkan, pihaknya pun begitu prihatin atas kejadian perundungan yang membuat geger masyarakat.


Terlebih pelaku dan korban adalah anak remaja yang masih duduk dibangku SMP.


Kejadian itu tentunya juga menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Cilacap dalam pendampingan terhadap anak-anak.


"Prihatin terhadap kejadian ini, tetapi tidak hanya prihatin kita harus terus evaluasi dan terus melakukan hal-hal yang perlu kita lakukan bersama-sama untuk mengedukasi dan mendampingi anak-anak kita," tegas Yunita. 


Seperti yang diketahui, kasus perundungan siswa SMP di Cilacap saat ini menjadi sorotan.


Dalam video berdurasi 4 menit 15 detik yang viral itu mempertontonkan aksi penganiayaan yang dilakukan siswa bertopi hitam terhadap korban FF.


Aksi perundungan dan penganiayaan itu dilakukan akibat tersangka MK merasa kesal karena korban mengaku sebagai bagian dari kelompok remaja yang ia pimpin. (pnk)

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved