Berita Jepara
Bocah di Jepara Kurang Gizi dan Alami Lumpuh Otak, Abdul Wachid Datang Bawa Bantuan - Progam Ini
Nadhifatul Auliya (13), yang tubuhnya kerempeng seperti tak berdaging akhirnya kembali ke rumah neneknya setelah beberapa hari dirawat di RSUD Kartini
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Nadhifatul Auliya (13), yang tubuhnya kerempeng seperti tak berdaging akhirnya kembali ke rumah neneknya setelah beberapa hari dirawat di RSUD RA Kartini Jepara.
Meski bobot tubuhnya masih belum ideal, namun sudah mulai menunjukkan perkembangan positif.
Saat ini, bobotnya sekitar 19 kilogram. Padahal untuk anak seumurannya mestinya sekitar 30 kilogram.
Usai dari rumah sakit, kondisi kesehatan Nadhifatul Auliya masih terus dipantau. Terlebih Nadhifatul Auliya punya riwayat epilepsi dan terindikasi mengalami celebral palsy (lumpuh otak) yang mempengaruhi kemampuannya untuk bergerak dan menjaga keseimbangan hingga postur tubuhnya.
Tak hanya badan yang kerempeng, tangan Nadhifatul Auliya juga terlihat kaku dan menekuk sehingga tak bisa berfungsi dengan normal. Ia juga tak bisa mengendalikan air liur yang kerap menetes dari bibirnya.
Baca juga: Tubuh Nadhifatul Kerempeng Seperti Tak Berdaging, Remaja Tak Sekolah di Jepara Ini Alami Gizi Buruk
Jumat (6/10/2023), anggota DPR RI H Abdul Wachid, perwakilan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental Margo Laras, Kabupaten Pati (di bawah naungan Kemensos), perwakilan Dinkes Jepara, Puskesmas Keling, anggota TNI/Polri hingga relawan Destana mengunjungi Nadhifatul Auliya di rumah neneknya yang ada di RT 6 RW 3 Desa Damarwulan Kecamatan Keling.
Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid, anggota Komisi VIII DPR yang mitra kerjanya adalah Kemensos RI menyerahkan berbagai bantuan untuk Nadhifatul Auliya. Mulai dari sembako, makanan penambah gizi dan nutrisi, kursi roda adaptif hingga uang tunai sebesar Rp 11 juta.
"Penanganan adik Nadhifatul Auliya ini harus utuh. Jadi tak hanya bantuan seperti ini saja dan fokus pada aspek kesehatan saja, namun juga harus menyentuh sisi lainnya semisal pendidikan dan aspek lainnya," kata wakil rakyat asal Jepara ini, Jumat (6/10/2023) siang.
Seperti diberitakan, Nadhifatul Auliya yang tinggal di kawasan terpencil di lereng Gunung Muria ini menjadi perhatian publik setelah kisahnya diangkat Abdul Wachid.
Hingga akhirnya Pj Bupati Jepara, Baznas dan elemen lainnya turut memberi perhatian kepada bocah yang awalnya diindikasi mengalami gizi buruk ini.
Seiring proses itu, berbagai hal terkait kehidupannya juga diketahui. Semisal fakta jika ia tak bisa membaca karena memang belum pernah mengenyam bangku sekolah dasar (SD) atau lanjutan pertama (SMP/Sederajat). Atau fakta jika Nadhifatul Auliya selama bertahun-tahun tinggal bersama kakek dan neneknya seiring perceraian orang tuanya.
Baca juga: Anak Gizi Buruk Dirujuk ke RSUD Kartini, Pj Bupati: Petinggi - Camat Harus Aktif Pantau Warganya
Menurut Abdul Wachid meski kondisi tak seperti anak pada umumnya namun Nadhifatul Auliya masih memiliki harapan masa depan yang cemerlang.
Oleh karena itu, pihaknya menggandeng Balai Margo Laras Pati yang memang bergerak menangani penyandang disabilitas atau masalah sosial lainnya.
Dalam kesempatan itu, Abdul Wachid menjelaskan secara langsung kepada orang tua maupun nenek Nadhifatul Auliya pentingnya upaya penanganan di Balai Margo Laras Pati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Komisi-VIII-DPR-RI-H-Abdul-Wachid-saat-menyerahkan.jpg)