Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kristiana Produksi Abon Ikan Bandeng Kaya Omega3 dan Kalsium

Adalah UMKM bernama Winna's memproduksi abon ikan bandeng, yang kini pemasaran sudah sampai ke kota-kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Editor: iswidodo
tribunjateng/mahasiswa undip magang
UMKM Winna’s, Abon Ikan Bandeng Kaya Omega3 dan Kalsium di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Abon sapi, abon ayam, abon lele sudah mudah ditemukan di toko camilan atau oleh-oleh. Sekarang ada juga abon ikan bandeng. Tidak amis, tahan lama dan kaya akan omega3 serta kalsium.

Adalah UMKM bernama Winna's memproduksi abon ikan bandeng, yang kini pemasaran sudah sampai ke kota-kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Kristiana Indriastuti, pemilik Winna’s, menceritakan, awal mula punya ide mengolah ikan bandeng menjadi abon ketika pandemi. Ketika diberlakukan PPKM penjualan oleh-oleh bandeng presto turun drastis karena tidak ada wisatawan. Maka dia pun berinovasi mengolah bandeng presto menjadi abon.

Bertepatan dengan itu, pemerintah menggencarkan bantuan makanan berbentuk lauk kering yang dapat bertahan lama dan mudah jika dibagikan kepada masyarakat selama pandemi.

"Saya mau membantu teman-teman pengusaha bandeng, waktu itu mutar otak bagaimana caranya untuk mengolah ikan bandeng supaya harga jualnya naik lagi,” kata Kristiana (56) kepada Ester Claudia Pricilia, mahasiswa Sastra Indonesia Undip yang magang jurnalistik di Tribunjateng.com, 20 Oktober 2023.

Kristiana mengolah ikan bandeng menjadi abon. Menurutnya, abon merupakan lauk kering yang cocok untuk dimakan dengan nasi yang mempunyai nilai gizi tinggi dan dapat bertahan hingga 10 bulan.

Ternyata produk Kristiana ini mendapat perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Abon ikan bandeng menjadi sering dipesan oleh pemerintah dan dialihkan untuk bantuan keselamatan pangan pada saat pandemi.

Bappeda Kota Semarang juga memberi perhatian bersar. Bappeda memberikan pelatihan kepada UMKM Winna’s tersebut selama tiga tahun, hingga kemudian produk abon ikan bandeng ini semakin baik. Bappeda Kota Semarang juga membantu urusan perizinan, meng-cover biaya-biaya untuk peningkatan kualitas abon ikan bandeng ini.

Setelah merasa mendapatkan formula yang pas, Kristiana mulai memasarkan produk abon ikan bandeng-nya itu. Ia menebar jaring kepada biro perjalanan haji, yaitu untuk bekal makanan pada perjalanan Umroh. Ia juga memasarkan produknya ke toko oleh-oleh dan rest area supaya abon ikan bandeng ini semakin dikenal sebagai oleh-oleh khas Semarang. Selain berjualan offline, Kristina juga menjual abon ikan bandeng ini di toko online.

Proses Pembuatan
Kristiana mengatakan bahwa pengolahan ikan bandeng menjadi abon dapat memakan waktu kurang lebih 8 jam. Dari ikan bandeng segar, kemudian dipresto, dibuburkan, dan dikeringkan. Dengan rentang waktu 8 jam itu, rata-rata dapat menghasilkan 100-150 bungkus dan siap didistribusikan ke reseller-reseller.

Kristiana mengaku terkendala saat proses pengolahannya karena kurangnya SDM. Proses pembuatan abon ikan bandeng ini cukup lama, jadi sangat membutuhkan tenaga yang bisa mengolahnya. Ia mengatakan bahwa tenaga kerja yang mengolah hanya kurang lebih 4 orang. Ia juga belum mempunyai alat canggih yang mempermudah produksi abon ikan bandeng ini.

"Terus terang kami masih kekurangan SDM dan belum punya alat canggih. Kami juga produksi rumahan," terangnya.

Menurut Kristiana, konsumen menyukai abon ikan bandeng karena kaya akan Omega3. Omega3 yang ada di ikan bandeng lebih besar dibanding yang terkandung di ikan salmon. Bandeng mempunyai kandungan omega3 sebesar 14.2 persen, sedangkan salmon hanya sekitar 2.6 %. Abon ikan bandeng ini juga tinggi kalsium karena menggunakan duri atau tulang ikan bandeng yang dipresto dan kemudian dihancurkan.

Dengan kandungan gizi yang tinggi itu, abon ikan bandeng ini dijual dengan harga Rp 40 ribu per 150 gram. Dalam waktu dekat ini juga akan diluncurkan untuk ukuran 100 gram. Produk ini banyak dibeli oleh para pejabat-pejabat.

Dijelaskannya, keuntungan dari produk abon ikan bandeng ini kira-kira 50 persen dari modal yang dikeluarkannya untuk produksi. Produk Winna’s ini mempunyai reseller di pulau Jawa, Palembang, NTT, hingga Ambon.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved