Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kesehatan

CATAT! Mayoritas Cacar Monyet Serang Homoseks dan Biseksual, Tertular Akibat Kontak Seksual

Infeksi virus monkey pox atau Mpox atau juga dikenal sebagai cacar monyet menjadi perhatian di banyak belahan dunia, termasuk Asia Tenggara.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: Muhammad Olies
Ist/Dok PB IDI
Tampilan infeksi cacar monyet pada tubuh yang serupa cacar air 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Infeksi virus monkey pox atau Mpox atau juga dikenal sebagai cacar monyet menjadi perhatian di banyak belahan dunia, termasuk Asia Tenggara.

Penyakit yang mirip dengan cacar ini disebabkan oleh virus yang ditularkan dari hewan ke manusia dan dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat

Mpox dapat menular dari manusia ke manusia dan tidak hanya dari hewan ke manusia.

Cepatnya penyebaran Mpox secara global dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti tingginya jumlah orang yang bepergian; perdagangan internasional hewan seperti monyet; munculnya jalur penularan baru dari manusia ke manusia, khususnya melalui hubungan seksual Lelaki Seks Lelaki (LSL); munculnya gejala yang tidak biasa; dan masih minimnya ketersediaan vaksin Mpox di negara-negara berisiko tinggi.

Lebih dari 90 persen kasus Mpox di dunia dilaporkan pada populasi khusus yaitu homoseksual dan biseksual.

Disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. dr. Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT., melalui Satgas MPox akan terus mengawal perkembangan kasus Mpox di Indonesia.

“Kami terus bersinergi dengan pemerintah untuk memberikan penanganan terbaik bagi para pasien dan masyarakat," ujarnya, berdasarkan rilis yang diterima Tribun Jateng pada Minggu (29/10/2023).

Baca juga: Apa Itu Cacar Monyet? Total Kasus Postif Capai 13 Orang di Indonesia, Kenali Gejalanya

Baca juga: WASPADA! 500 Orang Berisiko Cacar Monyet akan Divaksin hingga Kasus Cacar Monyet Tambah Terus

Baca juga: Sudah Menjangkit di Indonesia, Ini Ciri-ciri Cacar Monyet Terbaru, Gejala dan Orang yang Berisiko

Diperlukan upaya berkelanjutan dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi pelayanan kesehatan, dan organisasi internasional agar dapat mengatasi masalah Mpox di Asia Tenggara ini secara efektif.

Juga perlu dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini, peningkatan akses terhadap pengobatan yang efektif, peningkatan pendanaan untuk penelitian dan upaya pengendalian, serta pembentukan respons terkoordinasi yang melibatkan partisipasi semua negara terutama di Asia Tenggara.

Laporan dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan penyakit cacar monyet atau MPox ini sebagai darurat kesehatan masyarakat global pada Juli 2022.

Laporan WHO juga menyebutkan ada kekhawatiran bahwa masalah MPox ini agak terabaikan di wilayah Asia Tenggara karena kurangnya akses terhadap fasilitas medis yang memadai.

Ketua Satgas MPox PB IDI, dr Hanny Nilasari, Sp.DVE., mengatakan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini adalah salah satu alasan utama diabaikannya Mpox di Asia Tenggara.

Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui gejala Mpox dan mungkin tidak tahu cara melindungi diri dari penyakit tersebut.

Kurangnya informasi ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis, yang dapat berakibat lebih parah.

Selain itu, sering terjadi kesalahpahaman mengenai penyakit ini, bahwa Mpox bukanlah penyakit serius atau tidak umum terjadi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved