Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

Ukraina Tegaskan Tak Akan Mundur Lawan Rusia meski Bantuan Berkurang

Ukraina menegaskan tak akan mundur dari perjuangan melawan Rusia meski bantuan sekutu berkurang dan hanya mencatatkan sedikit kemajuan di garis depan.

Tayang:
REUTERS/Valentyn Ogirenko
Aksi penembak jitu dari anggota Garda Nasional Ukraina saat mengambil bagian dalam latihan militer menggunakan senapan sniper Barrett di Desa Stare di wilayah Kiev, Ukraina (2/10). 

TRIBUNJATENG.COM, BRUSSELS - Ukraina menegaskan tak akan mundur dari perjuangan melawan Rusia meski bantuan sekutu berkurang dan hanya mencatatkan sedikit kemajuan di garis depan.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba pada Rabu (29/11/2023).

"Kami harus tetap melanjutkan, harus tetap berjuang. Ukraina tidak akan mundur," kata Kuleba kepada para sekutu dari NATO di Brussels.

Baca juga: Rusia Kerahkan 71 Drone Gempur Ibu Kota Ukraina, Serangan Terbesar sejak Dimulainya Invasi

“Tujuan strategis kami, yaitu integritas teritorial dalam batas-batas yang diakui secara internasional sejak 1991, tetap tidak berubah,” lanjutnya.

“Masalahnya di sini bukan hanya keamanan Ukraina, tapi keamanan dan keselamatan seluruh kawasan Euro-Atlantik.”

Ada kekhawatiran kurangnya dukungan dari Barat--saat terbagi fokusnya dengan perang Israel-Hamas--dapat memaksa Ukraina berkompromi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dari posisi lemah.

Namun, para pejabat Barat bersikeras mereka tetap berkomitmen dan tidak menekan Kyiv bernegosiasi dengan Moskwa, meskipun jenderal-jenderal top Ukraina mengakui pertempuran mencapai jalan buntu.

Oposisi dari Partai Republik garis keras di Kongres AS menghentikan paket dukungan baru senilai 60 miliar dollar AS (Rp 925,4 triliun) dan mempertanyakan masa depan bantuan AS.

"Bantuan untuk Ukraina penting bagi eksistensi Eropa"

Sebelumnya pada Selasa (28/11/2023), Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan bahwa bantuan militer dan keuangan untuk Ukraina penting bagi eksistensi Eropa.

Bersama Amerika Serikat, Jerman adalah salah satu pemasok senjata terbesar ke Ukraina untuk melawan invasi Rusia, menurut Scholz.

“Kami akan terus memberikan dukungan ini selama diperlukan,” kata Scholz dalam pidatonya di parlemen, dikutip dari kantor berita AFP.

 “Dukungan ini sangat penting.

Bagi Ukraina... tetapi juga bagi kami di Eropa."

“Tak satu pun dari kita ingin membayangkan konsekuensi lebih serius jika Putin memenangi perang ini,” lanjutnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meski Bantuan Berkurang, Ukraina Tegaskan Tak Akan Mundur Lawan Rusia"

Baca juga: Tahanan Rusia Perang di Ukraina untuk Tebus Kejahatan, Ditawari Pembebasan Usai Tugas di Garis Depan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved