Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Inilah Zat yang Diduga Dicampur ke Miras 3 Musisi yang Tewas, 2 Sendok Saja Sebabkan Kebutaan

Nah, tiga kali lipatnya bisa mengakibatkan kematian. Namun, minuman keras oplosan banyak ditemukan di masyarakat

Editor: muslimah
Surya.co/Instagram
Pengakuan Bartender Peracik Vodka Maut Kasus Musisi Tewas di Surabaya  

TRIBUNJATENG.COM - Misteri penyebab kematian tiga musisi di Surabaya setelah menenggak minuman beralkohol perlahan mulai terjawab.

Ternyata di dalam minuman tersebut ada zat metanol yang sangat berbahaya.

Sedikit saja bisa mengakibatkan kebutaan.

Zat tersebut diduga telah dicampur ke dalam minuman keras atau miras yang diminum ketiga musisi Surabaya itu.

dr Abdul Aziz, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr Soetomo mengatakan, minuman keras dicampur alkohol jenis metanol banyak dijumpai di masyarakat.

Baca juga: Ada Bekas Jeratan di Leher Pria Berkebutuhan Khusus yang Tewas, Perawat Akui Menariknya: Saya Panik

Baca juga: 3 Bocil Semarang Naik Sepeda Listrik Kecelakaan, Bagaimana Aturannya di Jalan Raya? Ini Kata Polisi

Padahal risikonya sangat besar. Lima persen zat tersebut apabila masuk ke dalam darah bisa menyebabkan kematian.

"Secara simpelnya metanol lebih berbahaya daripada etanol. Metanol itu seperti spirtus," ucapnya saat ditemui di RSUD dr Soetomo, Jumat (29/12).

Dalam banyak refrensi ilmiah, sebanyak 10 militer atau kira-kira dua sendok metanol apabila masuk ke dalam tubuh bisa menimbulkan risiko kebutaan.

Nah, tiga kali lipatnya bisa mengakibatkan kematian. Namun, minuman keras oplosan banyak ditemukan di masyarakat.

"Sering kali pesta miras ditambah obat nyamuk dan spiritus," jelas dr Abdul Aziz.

Kasus tiga musisi yang tewas usai manggung dari Bar Vasa Hotel Surabaya ditangani dr Abdul Aziz beserta timnya.

Hal itu untuk memastikan yang minuman alkohol yang dikonsumsi terdapat kandungan metanol atau tidak.

Penelitian tersebut melibatkan ahli toksikologi dan tim laboratorium forensik Polda Jatim.

Semua tim ahli medis itu bertugas mulai dari mengautopsi jenazah, memeriksa sisa-sisa minuman keras, serta rekam medis tiga korban.

dr Abdul Aziz mengaku, semua pemeriksaan secara cermat dan kehati-hatian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved