LDII
LDII Hadiri Sertijab Pangdam Baru IV/Diponegoro, Prof Singgih : Kami Siap Bekerjasama
Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof Singgih Tri Sulistyono telah menghadiri undangan serah terima jabatan Pangdam baru IV/Diponegoro, Mayjen TNI Tandyo
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -- Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof Singgih Tri Sulistiyono telah menghadiri undangan serah terima jabatan Pangdam baru IV/Diponegoro, Mayjen TNI Tandyo Budi Revita yang menggantikan Mayjen TNI Widi Prasetijono, Rabu (27/12/2023).
Mayjen Widi Prasetijono ditunjuk menjadi Dankodiklat TNI AD (Dankodiklatad), sedangkan Mayjen Tandyo Budi Revita yang sebelumnya menjabat Kabadiklat Kementerian Pertahanan.
Guru Besar Undip ini berharap Pangdam yang baru bisa meneruskan program Pangdam sebelumnya untuk menjadi lebih baik dan profesional.
"Pergantian Pangdam adalah momen yang sangat strategis untuk persiapan menghadapi pemilu 2024 dan Pilkada 2024 sehingga Pangdam yang baru bisa meneruskan program Pangdam sebelumnya untuk menjaga dan menciptakan suasana kondusif di Jawa Tengah pada tahun politik ini," kata Prof Singgih di sela-sela serah terima jabatan tersebut.
Prof Singgih juga berharap Pemilu 2024 bisa berjalan sesuai asas pemilihan umum (Pemilu) yang dikenal sebagai Luber-Jurdil menjadi dasar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia.
Diketahui, Luber-Jurdil merupakan akronim dari Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil. Sehingga bisa memilih pemimpin terbaik dari yang baik saat ini.
Selanjutnya Prof Singgih juga berharap birokrasi ASN bisa mencontoh birokrasinya yang siap dan bisa ditempatkan dimana saja.
"Momen pergantian ini mencerminkan bahwa TNI merupakan satu lembaga keamanan dan pertahanan yang mencerminkan sifat nasionalisme, artinya pejabat TNi bisa ditempatkan dimana pun di seluruh Indonesia, birokarasi yang bersifat nasional tidak ada unsur sukuisme dan regionalitas," tambah Singgih.
Selain itu, LDII siap bekerjasama dengan Kodam Diponegoro dan TNI khususnya dalam rangka menjaga kondisutif sebelum dan pasca pemilu 2024.
"Warga LDII siap bekerja sama dan ikut berpartisipasi dengan program TNI seperti Bela Negara, penghijauan dan lain sebagainya," lanjutnya.
Dalam proses sertijab tersebut, kehadiran Mayjen Tandyo sebagai Pangdam disambut jajaran dengan pemberian buket bunga dan tari Jawa.
Pada pisah sambut itu, Pangdam lama Mayjen Widi memberikan sejumlah wejangan kepada masyarakat Jawa Tengah.
Mayjen Widi menuturkan selama penugasan menjadi Panglima Kodam IV/Diponegoro yang wilayahnya meliputi Jateng dan Yogyakarta kondisinya aman dan kondusif.
"Masyarakat bisa melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya. Jajaran TNI juga ikut membantu masyarakat yang mendapat kesulitan. Saya menekankan kepada para anggota untuk selalu membantu masyarakat. ," ujarnya.
Mayjen Widi menuturkan memasuki tahapan pemilu dan pilkada pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Dirinya tak ingin suasana Pemilu dinodai dengan kejadian tak diinginkan.
"Percuma saja kita memilih sesuai dengan yang kita inginkan, tetapi terjadi yang tidak diinginkan," ujarnya.
Pihaknya yakin nantinya kelompok pendukung yang tidak terpilih akan ada rasa tidak nyaman atau tidak menerima.
Dirinya menghimbau kepada masyarakat Jawa Tengah dan DIY agar tidak saling ribut karena beda pilihan.
"Saya menghimbau kepada masyarakat agar bisa menjaga keamanan. Percuma saja kalau berhasil sesuai keinginan kita tapi tidak aman daerah kita," tuturnya.
Ia menuturkan selama menjalani tugas dimanapun berada selalu membina lingkungan agar selalu guyub, rukun, dan damai. Dirinya tidak ingin adanya keributan.
"Ini modal dasar kita. Sebab kita satu negara satu bangsa. Kalau gontok-gontokan hubungan tidak baik. Nanti pun kita berada di tempat lain dalam kondisi yang berbeda tetap sama," tandasnya.
Sementara itu Pangdam baru, Mayjen Tandyo mengapresiasi prestasi yang sudah dicapai oleh Mayjen TNI Widi Prasetijono dalam memimpin Kodam IV/Diponegoro.
Banyak kebijakan dan ide Mayjen Widi untuk membangun Kodam IV/Diponegoro semakin profesional, dicintai rakyat dan akuntabel.
"Saya pribadi akan meneruskan apa yang dibangun oleh Pak Widi untuk melanjutkan Kodam IV/Diponegoro sebagai satuan yang dibanggakan TNI dan Bangsa Indonesia," imbuhnya.
Menurut mantan Dankodiklat Kementerian Pertahanan, Kodam IV/Diponegoro merupakan parameter keamanan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pihaknya ingin menciptakan pemilihan yang damai.
"Langkah-langkah preventif sudah diambil Pak Widi, saya akan meneruskan itu semua bersama dengan Polri untuk menciptakan pemilihan damai," ujarntya. (*)
Baca juga: LDII Boyolali Mencetak Generasi Sepakbola Indonesia Melalui Festival Sepakbola Caberawit
Baca juga: Ada Tiga Masalah Toleransi, Ini Solusi dari LDII, Bicara Baik, Amanah dan Jangan Gampang Emosi
Baca juga: Hari Ibu : Ketua Bidang PPKK LDII Siti Nurannisaa : Jadi Pengingat Peran Strategis Ibu pada Bangsa
Baca juga: Hari Bela Negara 19 Desember 2023 : DPP LDII Ajak Wujudkan Bela Negara dengan Kontribusi Positif
| Sarasehan Kebangsaan LDII Teguhkan Pancasila sebagai Titik Temu Bangsa |
|
|---|
| Sarasehan Kebangsaan Road to Munas IX LDII 2026, Meneguhkan Nasionalisme Berkeadaban |
|
|---|
| Perkuat Dakwah Ekologis: LDII dan Kemenhaj Serukan Ibadah Menjaga Alam Pasca Banjir Sumatera |
|
|---|
| Indonesian Breeder Award 2025: Warga LDII Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan |
|
|---|
| Kejuaraan Tenis TEG LDII 2025 Hadirkan 217 Peserta dan Kolaborasi Nasional di Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Prof-Singgih-dan-PWNU-dan-Penerbad.jpg)