Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

KPU Ogah Ganti Format Debat Capres-Cawapres, Biarkan Rakyat yang Menilai

Ketua KPU Hasyim Asy'ari memastikan format debat keempat dan kelima Pilpres 2024 tidak akan berubah. Sama seperti format debat pertama hingga ketiga.

Editor: m nur huda
TRIBUNNEWS
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari memastikan format debat keempat dan kelima Pilpres 2024 tidak akan berubah. Sama seperti format debat pertama hingga ketiga. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari memastikan format debat keempat dan kelima Pilpres 2024 tidak akan berubah. Sama seperti format debat pertama hingga ketiga.

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan format debat yang digelar selama ini sudah melalui berbagai pertimbangan.

"Tidak (diubah). Cukup. Cukup itu," kata Hasyim kepada wartawan pada Selasa (9/1).

Menurut Hasyim, jika KPU mengubah format debat, maka akan timbul pertanyaan di masyarakat.

"Akan muncul pertanyaan, kenapa diubah? Karena sudah tiga kali debat, kenapa polanya diubah? Jadi, kalau sudah jadi pola, sudah pakemnya, ya kita ikuti. Kalau ada perubahan pasti akan menimbulkan pertanyaan berikutnya," jelas dia.

Hasyim mengatakan KPU RI selalu menggelar rapat koordinasi secara berkala dengan perwakilan tim masing-masing capres-cawapres dan juga televisi penyelenggara membahas format debat.

Hasyim menjelaskan format yang disepakati ialah debat dengan enam segmen dengan pembagian penyampaian visi misi program (segmen pertama), menjawab pertanyaan dari panelis (segmen kedua dan ketiga), saling tanya jawab antar calon (segmen keempat dan kelima) dan penyampaian penutup (segmen enam).

"Jadi memang modelnya seperti itu. Debat empat dan kelima pun akan begitu," ujar Hasyim.

KPU juga tidak membuka kemungkinan adanya penambahan debat.

Menurutnya lima kali penyelenggaraan debat telah cukup. Sementara mengenai substansi debat, Hasyim menolak berkomentar.

Menurutnya, strategi maupun substansi debat bukan ranah KPU, melainkan masing-masing tim calon.

Ia mengingatkan bahwa kampanye merupakan salah satu metode kampanye.

Oleh karenanya, rakyatlah yang berwenang menilai kualitas debat hingga substansi perdebatan.

"Jadi sepenuhnya rakyat pemilih yang akan menentukan ini berkualitas atau tidak, mengedukasi atau tidak, jawaban atau pertanyaan sesuai dengan tema atau tidak," imbuh Hasyim.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar format debat Pilpres 2024 dievaluasi. Menurut Jokowi, debat ketiga Pilpres yang dihelat Minggu (7/1) itu tidak edukatif karena banyak serangan yang bersifat personal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved