Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sukoharjo

Dandim Sukoharjo Klarifikasi Pencatutan Foto dalam Baliho Capres-Cawapres

Letkol Czi Slamet Riyadi, Dandim 0726/Sukoharjo, memberikan klarifikasi terkait temuan baliho yang memuat foto dirinya bersama salah satu paslon.

|

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi memberikan klarifikasi terkait adanya foto dirinya yang terpasang di baliho bersanding dengan salah satu paslon capres-cawapres.

Saat konferensi pers di Kantor Bawaslu Kabupaten Sukoharjo, Kamis (11/1/2024), Letkol Czi Slamet Riyadi mengungkapkan kronologi adanya temuan baliho dimaksud.

Dia mengungkapkan, pada Selasa (9/1/2024) pukul 06.20 WIB, Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit menyampaikan informasi kepada dirinya bahwa Panwascam Bendosari atas laporan masyarakat telah ditemukan baliho tersebut.

Baliho tersebut ditemukan di area persawahan di Dukuh Ngempul Desa Sidorejo Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo.

"Mendapati informasi tersebut, saya langsung memerintahkan anggota saya untuk berkoordinasi dengan pihak Bawaslu Sukoharjo guna menindaklanjuti temuan tersebut," ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, memerintahkan jajaran Kodim 0726/Sukoharjo untuk melakukan patroli bersama-sama dengan aparat yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu dengan tujuan apabila masih ditemukan APK dimaksud agar segera diamankan.

"Dan dilakukan proses hukum sebagaimana mestinya. Hari itu juga, sekira pukul 11.00 WIB, saya didampingi Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit telah mendatangi Kantor Bawaslu dan bertemu langsung dengan ketua Bawaslu untuk menyampaikan klarifikasi," terangnya.

Pada saat klarifikasi tersebut, Letkol Czi Slamet Riyadi menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk membuat atau memasang baliho yang dimaksud.

"Saya tegaskan, bahwa saya beserta anggota jajaran TNI masih tetap memegang teguh netralitas TNI. Dengan adanya temuan tersebut, sepenuhnya saya serahkan kepada Sentra Gakkumdu untuk diproses sebagaimana mestinya," tegasnya.

Dia menegaskan, pencatutan foto dirinya yang bersanding dengan salah satu capres-cawapres tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Dan hal itu jelas merugikan saya pribadi dan institusi TNI maupun TNI Angkatan Darat yang selama ini telah memberi perhatian khusus tentang netralitas TNI dalam pemilu," jelasnya.

Menurutnya, netralitas tersebut merupakan harga mati dan mutlak. Spanduk yang ditemukan tersebut merupakan fitnah yang ditujukan kepada dirinya.

"Dan merupakan hoaks dan propaganda negatif yang sengaja diciptakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mendeskreditkan atau memojokkan institusi TNI dengan tujuan menggiring opini masyarakat meragukan netralitas TNI," tuturnya.

Bahkan, menurutnya, hal itu bisa jadi ada upaya agar kondusivitas ini terganggu dengan memecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa untuk saling mencurigai, khususnya di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sukoharjo Rochmad Basuki menyampaikan baliho dimaksud berukuran 2x1 meter dengan jumlah 3 buah.

"Yang kami temukan ada di 3 lokasi, 2 di Kecamatan Bendosari dan 1 di Kecamatan Sukoharjo," ucapnya.

Saat ini, pihak Bawaslu Sukoharjo masih melakukan upaya penelusuran atas temuan baliho dan menunggu perkembangan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved