Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dongeng Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia Cerita Rakyat Keong Mas

Inilah dongeng Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia yang cocok dibacakan untuk anak sebelum tidur tentang cerita rakyat Keong Mas.

Penulis: non | Editor: galih permadi
Wikipedia
Inilah dongeng Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia yang cocok dibacakan untuk anak sebelum tidur tentang cerita rakyat Keong Mas. 

Mbok Randha pergi ke hutan seperti biasa, tetapi nasibnya kurang beruntung, dia tidak mendapatkan apa-apa sampai hampir matahari terbenam, jadi dia pulang dengan kelelahan dan tidak mendapatkan apa-apa.

Setelah bersantai di beranda, dia pergi ke dapur untuk melihat apakah ada makanan untuk mengisi perutnya yang lapar.

Mbok Randha senang karena dia tahu ada makanan di dapurnya.

Siapa yang mengantar makanan itu, hatinya penuh dengan pertanyaan.

Ketika dia kembali dari hutan, dapur Mbok Randha penuh dengan makanan, ini terjadi setiap hari.

Ngomong-ngomong, suatu hari, Mbok Randha menghadapi siapa pun yang memasuki dapurnya.

Keong Mas keluar dari pohon dan berubah menjadi seorang putri cantik.

Mbok Randha terkejut. Setiap Mbok Randha pergi, Keong Mas berubah wujud.

Mbok Randha kemudian bertanya siapa sebenarnya putri cantik itu.

"Siapa kamu cantik? Mengapa kamu berada di hutan dan menjelma menjadi Keong Mas?"

“Saya istri Raja Jenggala, Prabu Inukerta, nama saya Candrakirana”

"Aku ingin tahu mengapa kamu bisa menjadi Keong Mas dan kamu bisa datang ke hutan Dhadapan. Bagaimana kabarmu, gadis cantik?"

Kemudian, Dewi Candrakirana menjelaskan bahwa suatu hari ia dikhianati oleh Raja Jin Sakti yang ingin menjamahhnya.

Namun ia enggan, ia tidak mau menuruti keinginan Jin. Jin muntab, Dewi Candrakirana dikutuk menjadi Keong Mas kemudian dibuang dari Keraton Jenggala ke sungai.

Tujuannya agar tidak bisa bertemu suami Candrakirana, Raja Inukerta. Anehnya, saat sungai Keong Mas banjir, airnya jadi kering, sungainya kering.

Air itulah yang menyebabkan Keong Mas merangkak di bebatuan hingga hampir mati.

Untunglah ia ditemukan, dan akhirnya dirawat oleh Mbok Randha Dhadapan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved