Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

Jusuf Kalla Perkirakan Pilpres 2024 Bakal 2 Putaran, Akan Ada Koalisi Baru Lagi

Jusuf Kalla memperkirakan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 bakal berlangsung hingga dua putaran. Selanjutnya, akan ada koalisi baru.

Editor: m nur huda
Dok.Kompas.com
Jusuf Kalla memperkirakan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 bakal berlangsung hingga dua putaran. Selanjutnya, akan ada koalisi baru. 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Jusuf Kalla memperkirakan Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 bakal berlangsung hingga dua putaran. Selanjutnya, akan ada koalisi baru.

Menurut Jusuf Kalla, para pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) saat ini diprediksi masih sulit untuk meraih kemenangan mutlak dalam satu putaran.

Baca juga: Ganjar Pranowo Buka Peluang Koalisi dengan Anis Baswedan Jika Masuk Putaran Kedua

Baca juga: Budiman Sudjatmiko Yakin Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran, Jateng Jadi Ukurannya

"Memang yang diperkirakan (pilpres) dua putaran. Kalau dua putaran itu tentu nanti akan koalisi baru lagi, dan koalisi baru ini yang akan menang. Kalau satu putaran bisa 85 juta suara itu tidak mudah," ujar Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI tersebut saat memberikan pandangannya di acara pertemuan antara pengusaha dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/1/2024).

Jusuf Kalla pun lantas memberikan semangat kepada cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Adapun Kalla sudah menyatakan dukungannya terhadap pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024

Politisi senior Partai Golkar itu meminta Cak Imin tidak boleh kalah dengan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

"Jadi saya kira ya lainnya Cak Imin silahkan. Kita harap ini, masak kalah dengan Gibran, kelewatan kan. Kalau dengan Pak Mahfud ini memang bersaing. Enggak apa-apa," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kalla juga mengajak masyarakat memikirkan kondisi jika sebuah negara dipimpin oleh pemimpin yang suka marah-marah.

Baca juga: Kata Jusuf Kalla, Kenyataannya Amerika dan Eropa Tahu Data Pertahanan Indonesia 

Mula-mula, Kalla menyinggung soal pedoman memilih pemimpin di dalam agama Islam yang mengacu kepada sifat Nabi Muhammad SAW.

Antara lain, amanah, tabligh, jujur dan cerdas. Jika merujuk kepada sifat-sifat itu, menurut Kalla capres Anies Baswedan yang paling ideal menurut Kalla.

"Kalau tabligh (menyampaikan) siapa yang terbaik? Anies. Kalau yang cerdas siapa? Anies. Yang paling amanah? Anies. Paling jujur siapa? Anies. Nah, itu aja pegangannya," ujar Kalla.

Baca juga: Megawati Gelorakan Ganjar-Mahfud Menang Satu Putaran

"Karena kita kan harus mengikuti ilmu Rasulullah. Kalau kawan kita yang satu marah terus, bagaimana kira-kira negara dipimpin oleh orang yang suka marah. Bagaimana kira-kira kalau dia berdebat dengan kepala negara lain, bisa ditonjok kepala negara lain," jelasnya.

Politisi senior Partai Golkar itu kemudian berpesan agar masyarakat hati-hati memilih pemimpin. Salah satu yang menjadi acuan adalah sikap para capres saat debat ketiga Pilpres 2024 baru-baru ini.

"Jadi, harus hati-hati memilih pemimpin. Kita lihat kemarin malam saja di debat," tegasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jusuf Kalla Prediksi Pilpres 2024 Berlangsung 2 Putaran

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved