Ekonomi Bisnis
Investor Industri Mebel Lesu, Asmindo Bidik Pasar Non Tradisional
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia menyatakan ketertarikan investor menjajaki peluang bisnis industri mebel di tanah air masih lesu
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menyatakan ketertarikan investor menjajaki peluang bisnis industri mebel di tanah air masih lesu.
Regulasi pemerintah yang menyulitkan proses perizinan calon investor dituding menjadi biang industri mebel lesu.
"Karena selama ini investor mau datang tapi belum tentu gampang izinnya. Kondisi ini berbeda dengan di Vietnam yang membuka pintu lebar dan memberikan birokrasi perizinan yang mudah bagi investor. Kini ekspor Vietnam lebih tinggi dibandingkan Indonesia,’’ kata Ketua Asmindo, Dedy Rochimat saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Asmindo di Semarang, Jumat (19/1/2024).
Baca juga: Asmindo Pastikan Indonesia Tidak Kekurangan Bahan Baku Industri Mebel, Ini Paparan Dedy Rochimat
Baca juga: Asmindo Pastikan Indonesia Tidak Kekurangan Bahan Baku Industri Mebel, Ini Paparan Dedy Rochimat
Baca juga: Sekda Jepara Pastikan Perda RTW Lindungi Industri Mebel
Asmindo mencatat, kinerja ekspor sektor industri mebel nasional hingga Oktober 2023 baru mencapai angka 1,76 miliar dolar AS.
Angka itu mengalami penurunan sebesar 35 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022.
"Ini menjadi suatu ironi karena Indonesia memiliki sumber bahan baku alam yang sangat kaya untuk mendukung industri mebel dan kerajinan, dibandingkan negara-negara kompetitor yang lebih unggul di pasar dunia," paparnya.
Namun, Dedy Rochimat meyakini jika pasar mebel memiliki peluang besar dengan banyaknya potensi yang perlu dikembangkan.
Termasuk menaikkan jumlah ekspor ke Eropa - Amerika dan menjajaki pasar non tradisional di angka 20 persen.
‘’Transaksi pasar mebel dunia diperkirakan meningkat hingga menjadi 766 miliar dolar AS yang tentunya juga diikuti dengan peningkatan untuk pasar Asia dan ASEAN."
"Kami juga membidik pasar baru dari non tradisional seperti ke Brasil, Afrika, dan Timur Tengah seperti Saudi Arabia," ungkap Dedy.
| BAF Berbagi “Bingkisan Akhir Tahun” kepada 1.000 Yayasan/Anak Panti Asuhan Melalui BAF Nutri-Kids |
|
|---|
| Transformasi Hijau bank bjb Dapat Apresiasi di Investing on Climate by Editor’s Choice Awards 2025 |
|
|---|
| Kinerja Perbankan Diproyeksikan Tetap Solid, Kredit Siap Tumbuh |
|
|---|
| Perusahaan Didorong Alokasikan Sebagian CSR untuk Perlindungan Pekerja Rentan |
|
|---|
| Livin’ Fest 2025 di Semarang Bakal Pertemukan Industri Kreatif dan Layanan Finansial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/iasi-Industri-Permebelan-dan-Kerajinan.jpg)