Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Balas Dendam Presiden Ebrahim Raisi, Pasukan Iran Merangsek Mendekati Target di Israel

Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan melancarkan serangan balasan ke Israel setelah sejumlah anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan tewas

Tayang:
Editor: m nur huda
Iranian Presidency / AFP
Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan melancarkan serangan balasan ke Israel setelah sejumlah anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan tewas akibat serangan rudal Israel di Damaskus, Suriah. 

TRIBUNJATENG.COM, TEHERAN – Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan melancarkan serangan balasan ke Israel setelah sejumlah anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan tewas akibat serangan rudal Israel di Damaskus, Suriah.

“Republik Islam tidak akan membiarkan kejahatan rezim Zionis tidak terjawab,” jelas Raisi dalam sebuah pernyataan, kata lembaga penyiaran negara IRIB.

Pernyataan tersebut dilontarkan Presiden Raisi usai Korps IRGC yang merupakan kekuatan militer alternatif tentara Iran mengonfirmasi bahwa mereka kehilangan lima anggota dalam serangan yang dilakukan oleh Israel.

“Penasihat militer, dan kepala unit informasi IRGC tewas dalam serangan jet tempur udara yang dilakukan Israel di lingkungan Mazzeh Suriah pada Sabtu kemarin (20/1/2024),” ujar laporan Media pemerintah Suriah SANA.

Sementara itu sebuah sumber informasi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan Israel telah menewaskan seorang pejabat senior intelijen IRGC di Suriah dan asistennya yang saat itu tengah berada di dalam gedung tersebut.

Ciptakan Ketidakstabilan

Sampai saat ini belum ada komentar dari Israel terkait serangan tersebut. Namun juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani mengatakan serangan tersebut merupakan upaya nekat Israel untuk menciptakan ketidakstabilan di wilayah tersebut.

Permusuhan antara Israel dan Iran meruncing sejak perang Gaza pecah pada 7 Oktober 2023. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia melakukan segala upaya untuk menyerang Iran lantaran Iran menjadi salah satu dalang yang membantu serangan Hamas.

Tak hanya itu Israel sebelumnya secara terbuka menuduh Iran telah membantu Hamas dengan uang, pelatihan dan senjata, pengetahuan teknologi, serta intelijen.

Alasan tersebut yang membuat Israel geram hingga terus melakukan serangan ke wilayah Suriah dan Damaskus dengan menargetkan sejumlah petinggi penting asal Iran.

"Iran adalah kepala gurita dan Anda melihat tentakelnya di mana-mana mulai dari Houthi, Hizbullah, hingga Hamas. Kami sedang berkonflik dengan Iran. Bayangkan apa yang bisa dilakukan Iran terhadap kami, untuk menghancurkan kami," kata Netanyahu.

Bantu Hizbullah dan Houthi

Pasca insiden penyerangan yang dilakukan Israel di Damakus Suriah, Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dan milisi di Lebanon Hizbullah disebut berada di Yaman untuk membantu serangan Houthi ke kapal-kapal di Laut Merah.

Empat sumber mengatakan Komandan dan penasihat IRGC melakukan kunjungan guna memberikan pengetahuan, data, dan dukungan intelijen untuk menentukan kapal-kapal mana saja di Laut Merah menjadi target Houthi.

Kedua pimpinan itu diketahui telah lama mempersenjatai, melatih dan mendanai kelompok Houthi. Adapun jenis senjata yang dipasok Iran untuk Houthi Yaman diantaranya drone canggih, rudal jelajah anti-kapal, rudal balistik presisi dan rudal jarak menengah.

Semua senjata tersebut dikirimkan untuk membantu Houthi menargetkan kapal-kapal komersial asal Israel dan para sekutunya sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.

Tahan 20 Sandera

Tentara Israel temukan terowongan di Jalur Gaza sepanjang satu kilometer. Sel-sel sempit itu diduga digunakan Hamas untuk menahan 20 sandera Israel.

Mereka menemukan area penahanan, lima ruangan sempit di balik jeruji besi, toilet, kasur, dan bahkan gambar-gambar dari seorang sandera anak yang dibebaskan saat gencatan senjata pada November, ujar juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari. Tidak ada sandera yang berada di sana saat ditemukan.

Dilansir dari Reuters, militer merilis foto-foto dari labirin bawah tanah dan mengatakan bahwa mereka membawa wartawan untuk mendokumentasikan terowongan tersebut sebelum dihancurkan. Sel bawah tanah yang, menurut militer Israel, digunakan oleh kelompok Islamis Palestina Hamas untuk menyandera para sandera di Jalur Gaza.

Hagari, berada di rumah seorang anggota Hamas di kota Khan Younis, Gaza selatan, di mana Israel telah memusatkan serangannya dalam beberapa pekan terakhir terhadap kelompok Islam Palestina.

"Para tentara memasuki terowongan di mana mereka bertemu dengan para teroris, terlibat dalam pertempuran yang berakhir dengan tewasnya para teroris," kata Hagari.

Terowongan itu dipasangi pintu ledakan dan bahan peledak, katanya.

"Menurut kesaksian yang kami miliki, sekitar 20 sandera ditahan di terowongan ini pada waktu yang berbeda dalam kondisi yang keras tanpa cahaya matahari, di udara yang pekat dengan sedikit oksigen, dan kelembapan yang buruk yang membuat sulit bernapas," katanya. (kompas/tribun/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved