Begini Cara Membuat Bawang Goreng biar Tahan Lama dan Tidak Melempem
Bawang Goreng Buatan Warga Semarang Penuhi Pesanan Pelanggan di Nusantara. Bawang goreng buatan Susanti tahan lama, harum dan tidak melempem
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bawang merah atau brambang merupakan pelengkap makanan yang disukai banyak orang, terutama di Indonesia. Selain sebagai bumbu masak, bawang goreng juga menjadi penambah rasa harum dalam menu makanan. Bahkan kini bawang goreng jadi cemilan tersendiri.
Bawang goreng pada dasarnya bawang merah yang diiris tipis kemudian digoreng hingga berwarna cokelat keemasan. Namun, seringkali hasil yang digoreng terlalu berminyak sehingga tidak bisa disimpan terlalu lama.
Sama halnya dengan beberapa bawang goreng yang dijual di warung ataupun pasar, beberapa cenderung tidak tahan lama, seperti mudah berjamur atau melempem. Hal ini disebabkan karena kualitas bawang yang kurang baik, ataupun adanya campuran bahan seperti tepung yang melebihi takaran.
Nah, Susanti (39) memproduksi bawang goreng di Taman Bringin Elok Semarang. Bawang goreng buatannya sudah dipasok ke kota-kota besar di Indonesia, dengan merek Bawang Goreng Kakak Adik.
Diceritakan oleh Susanti, awal mula menekuni produksi bawang goreng, karena suami sangat menyukainya. Kemudian Susanti membuat bawang goreng dalam jumlah banyak lalu dibagikan kepada tetangga. Dari situ, bawang goreng buatannya laris di pasaran.
"Awalnya hanya membuatkan untuk suami, karena suami suka bawang goreng dan seringkali beli. Akhirnya saya coba buatkan sendiri ternyata lebih enak dan tahan lama. Malah jadi usaha sampai sekarang," kata Susanti, Selasa (16/1/2024) di Bringin, Kota Semarang.
Sengaja menamai produk bawang goeng ini Kakak Adik agar makin berkembang dan jadi oleh-oleh khas Kota Semarang.
Proses Pembuatan
Dalam seminggu, Susanti memproduksi bawang goreng tiap 3 (tiga) hari karena dibagi satu hingga dua tahapan per hari, dan setiap memproduksi bisa mencapai 30-45 kg bawang goreng dengan berbagai ukuran kemasan.
Biasanya, pemasok bawang merah akan mengantar bahan baku ke rumah, yang kemudian dikupas oleh karyawannya. Keesokan harinya dilanjutkan dengan merajang dan menggoreng bawang goreng yang sudah siap digoreng dengan minyak sekali pakai.
Susanti menjelaskan bahwa minyak yang digunakan hari ini untuk menggoreng tidak akan digunakan untuk menggoreng produk kembali, tetapi dibagikan kepada karyawan, tetangga ataupun temannya.
Setelah ditiriskan pun bawang goreng harus dibiarkan di atas tampah besar hingga dingin dan kering agar tahan lama. Beberapa bawang goreng yang sudah dingin kemudian dimasukkan ke dalam toples berukuran jumbo. Walaupun sudah dikeringkan, biasanya Susanti akan mengeringkannya kembali menggunakan spinner atau alat peniris minyak, hingga benar-benar kering. Baru setelahnya disortir dan dikemas ke dalam kemasan berbagai ukuran dan diberi segel.
Tahan 3 bulan
Biasanya bawang goreng yang dibeli di pasaran memiliki daya tahan hanya sebulan dalam keadaan tersegel. Beda dari lainnya, produk milik Susanti ini dapat bertahan hingga 3 bulan dalam keadaan tertutup rapat.
Menurut Susanti, hal ini disebabkan karena tidak adanya campuran tepung pada produknya, serta pemilihan bahan baku yang berkualitas.
"Ada harga ada kualitas". Prinsip itu dipegang Susanti. Dia hanya memproduksi bawang goreng berkualitas premium. Harga kemasan bawang goreng mulai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu.
(Annisa Nurisandi Sastra Inggris Unimus Magang Jurnalistik Tribun Jateng)
| Viral Restoran di Bali Sajikan Botol Air Berisi Cairan Pembersih, Manajemen Akui Kesalahan |
|
|---|
| Pengecoran Jalan Kaliwungu Kendal Sebabkan Penjual Emas Pinggiran Kehilangan Separuh Pelanggan |
|
|---|
| Rayakan Hari Pelanggan Nasional, BRI Finance Perkuat Komitmen TJSL di Bidang Pendidikan |
|
|---|
| Hari Pelanggan Nasional 2025, BRI Finance Hadirkan Promo Bunga Ringan |
|
|---|
| Kunjungan Direktur Distribusi PLN Tegaskan Komitmen Keandalan Pasokan Listrik di KEK Kendal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/proses-pemotongan-bawang-merah-tipis-tipis.jpg)