Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilpres 2024

Dua Kali Kalah Pilpres, Prabowo: Saya Ngerti Kenapa

Prabowo Subianto mengatakan tidak ingin menjadi Presiden Republik Indonesia melalui jalur kekerasan.

AFP
Calon Presiden dan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto (kiri), dan calon Wakil Presiden, putra Presiden Indonesia Joko Widodo dan saat ini Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, tiba untuk menghadiri debat pemilihan presiden pertama di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta pada 12 Desember 2023. Yasuyoshi CHIBA / AFP 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Prabowo Subianto mengatakan tidak ingin menjadi Presiden Republik Indonesia melalui jalur kekerasan.

Calon presiden (capres) nomor urut 2 mengungkapkan hal ini dalam pertemuan dengan Relawan Erick Thohir alumni Amerika Serikat (ETAS) for 02 di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2024).

"Saya waktu itu benar-benar bilang saya bilang, daripada saya jadi presiden melalui jalan kekerasan, lebih baik saya enggak jadi presiden," kata Prabowo dalam paparannya.

Baca juga: Erick Thohir Resmi Dukung Prabowo-Gibran: Sudah Waktunya Saya Menentukan

Mulanya, Prabowo menyinggung soal kerusuhan pasca-pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019.

Setelah kerusuhan itu, ia menyebut dirinya mendapat pemahaman baru.

Prabowo Subianto dalam pertemuan yang digelar di XXI
Calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam pertemuan yang digelar di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2024).

"Saya ngerti kenapa saya 2 kali kalah, ya mungkin waktu saya juga, terus terang saja belum sampai kepada pemahaman yang saya pegang sekarang dan pencerahan itu terjadi 2019 waktu saya kalah," ujar dia.

Ketua Umum Partai Gerindra ini pun menceritakan, ketika ia kalah Pilpres 2019, banyak pendukungnya yang tegang sehingga melakukan aksi di Jalan Thamrin, Jakarta.

Prabowo mengaku sempat mendatangi Kawasan Jalan Thamrin, kemudian bertemu dengan seorang pemuda.

Menurut dia, pemuda itu menyatakan siap mati demi Prabowo.

"Saya datang ke situ melihat banyak korban dan sebagainya, ketegangan.

Ada anak muda.

Mungkin dia kena gas (air mata).

Dia lihat saya dia teriak "Pak Prabowo Pak Prabowo kami siap mati untuk bapak," cerita Prabowo.

Saat mendengar penyataan itu, Prabowo mengaku kaget.

Lantas, Prabowo pun langsung meminta anak muda itu pulang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved