Berita Semarang
Rahasia Sukses King Mobilindo Semarang, Miliki Peminat Hingga Luar Pulau
Mobil bekas di dealer King Mobilindo jalan Gajahmada Semarang telah memiliki peminat dari berbagai kota.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mobil bekas di dealer King Mobilindo jalan Gajahmada Semarang telah memiliki peminat dari berbagai kota.
Begitu disampaikan owner dealer tersebut, Andre, peminat mobil bekas Mobilindo bahkan sampai luar pulau.
"Pengalaman saya, pembeli dari luar pulau itu seperti Aceh. Dengan ongkos kirim sampai Rp 26 juta, pembeli ini mau," katanya menceritakan asal para pelanggannya saat bincang-bincang "Kelas Abangku" yang tayang di kanal YouTube Tribun Jateng, Jumat (26/1/2023).
Pada acara yang dipandu host Tribun Jateng, Faisal Affan tersebut Koh Andre, panggilannya menceritakan pelanggan dari luar kota mau membeli mobil bekas di King Mobilindo meski tidak datang langsung ke showroom.
Ia mengungkapkan, hal ini tidak lepas dari strategi yang ia lakukan untuk menarik pembeli. Di antaranya adalah dengan memanfaatkan media sosial untuk memasarkan mobil bekas tersebut.
"Kita tidak bisa terpaku dengan cara lama, yang memasarkan produk di sini-sini saja. Sekarang adalah bagaimana caranya orang jauh bahkan beda pulau bisa beli mobil di tempat saya. itu proses yang sedang saya jalankan, yaitu dengan sering upload (produk) di sosial media seperti Tiktok dan Instagram supaya memudahkan mereka beli di tempat saya meski terpaut jarak yang jauh sekali," terangnya.
Lantas bagaimana Koh Andre bisa membuat para pelanggannya percaya dengan produk yang ditawarkan? Pertanyaan ini juga muncul dari host tentang strategi Koh Andre untuk membuat calon pembeli benar-benar percaya dengan produk yang dijual.
Menurut Koh Andre, memberikan garansi untuk menjamin bahwa mobil tersebut benar-benar layak pakai sangat penting. Ia mengatakan, garansi diberikan King Mobilindo yaitu bila mobil dijual adalah bekas tabrak, bekas banjir, atau bekas kilometer putaran maka uang akan dikembalikan secara penuh.
Sementara itu, untuk mendukung ini personal branding adalah penting.
"Bedanya beli mobil baru dengan mobil bekas itu, kalau mobil baru tidak pasti tahu siapa ownernya. Kalau mobil bekas, pasti ingin tahu ownernya. Jadi background penjual di dunia mobil bekas ini penting. Kami benar-benar menjaga nama selama 5 tahun," sebutnya.
Dengan sudah mengetahui siapa owner mobil bekas tersebut, menurut Koh Andre, tinggal menjaga kepercayaan pelanggan. Jangan sampai, kata dia, orang-orang tidak percaya kita lagi.
"Membuat pelanggan percaya, utamanya harus benar-benar menjelaskan ke customer dengan cara bikin review. Misal bekas tabrak, bekas banjir itu seperti apa.
Kemudian apa yang kita ucapkan harus benar, sesuai dengan unit yang ada karena bagi orang luar pulau itu beli karena mulut saya, bukan karena unitnya. Maka yang penting nama ini benar-benar dijaga, jangan sampai bilang bagus tapi sampai sana jelek," tegasnya. (idy)
Baca juga: Disambut Ribuan Santri Saat Kampanye di Wonosobo, Cak Imin Manfaatkan Momen untuk Dengar Aspirasi
Baca juga: Hasil SPI KPK 2023, Jawa Tengah Raih Predikat Integritas Tertinggi
Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming Semifinal Indonesia Masters 2024, Tayang di Inews TV
Baca juga: Alasan Tak Banyak Fosil Manusia Purba Ditemukan di Situs Patiayam
| Nelayan Semarang Utara Terdampak Angin Barat, Ini Langkah Pemkot |
|
|---|
| RT di Semarang yang Belum Terima BOP Rp25 Juta Bisa Ajukan di 2026, Begini Caranya! |
|
|---|
| Menembus Banjir demi Target: Kisah Para Buruh Lamicitra Semarang yang Berjalan Kaki 500 Meter |
|
|---|
| Banjir Rob di Pelabuhan Tanjung Emas, Pelindo: Operasional Tetap Berjalan |
|
|---|
| Tanggul Jebol, Kawasan Industri Lamicitra Semarang Terendam Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Koh-Andre-King-Mobilindo.jpg)