Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Tanggul Jebol, Kawasan Industri Lamicitra Semarang Terendam Banjir

Kawasan Komplek Industri Lamicitra, jalan Coaster, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
BANJIR - Kawasan Komplek Industri Lamicitra, jalan Coaster, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, terendam banjir, Jumat (9/1/2026). Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kawasan Komplek Industri Lamicitra, jalan Coaster, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, terendam banjir, Jumat (9/1/2026).


Pantauan Tribun Jateng di lokasi, menunjukkan sejak pagi hari sejumlah karyawan terpaksa memarkirkan kendaraan mereka di area depan gapura kawasan.


Dari titik tersebut, para pekerja berjalan kaki menembus genangan air untuk menuju ke masing-masing perusahaan tempat mereka bekerja. Adapun sebagian tampak diantar-jemput truk box hingga area parkir.


Di gerbang masuk utama kawasan industri, tampak ketinggian air mencapai selutut orang dewasa. Sementara itu, genangan semakin dalam ke arah dalam kawasan.


Sulistyo (45) bersama puluhan pekerja lain tampak turun dari truk box. Dia mengatakan, perusahaan tempatnya bekerja terpaksa meliburkan karyawan karena kondisi banjir di area sekitar pabrik yang tinggi.


"Ini diminta Mister (bos) pulang, karena kebanjiran. Nah ini tadi saya masuk bantu beres-beres," kata Sulistyo yang mengaku bekerja di PT Grand Best Indonesia.


Sulistyo menyebutkan, banjir tersebut terjadi karena adanya tanggul jebol di depan Glory Industrial.


Ia mengatakan, ketinggian banjir di komplek tersebut mencapai paha orang dewasa.

Baca juga: Setengah Lingkar Gunung Slamet Sudah Disapu Tim Pencari, Syafiq Pendaki Magelang Belum Ditemukan

Baca juga: Bima Pembunuh Balita 2 Tahun di Genuk Semarang Sempat Tidur Bersama Mayat Korban di Kamar Kos


Sedangkan di dalam pabrik masih aman, namun pihak pabrik melakukan antisipasi jikalau terjadi banjir susulan.


"(Barang-barang) diplastiki. Kalau-kalau ada (banjir) susulan, air naik, garmennya kan aman. Bosnya mintanya begitu," ujarnya.


Karyawan lain, Moh Nur Aminuddin mengatakan, banjir sudah diketahui sejak dini hari melalui pemberitahuan dari pihak kantornya.


"Informasi banjir sudah disampaikan sejak pagi. Ini tadi saya berangkat pukul 10 dari kantor pajak menuju ke kantor, karena memang ada pelaporan yang harus kami konsultasikan," jelas Nur Aminuddin.


Aminuddin menyebut jarak dari pintu masuk kawasan menuju perusahaannya bekerja, Glory Industrial sekitar 500 meter.


Ia terpaksa melintasi banjir dengan berjalan kaki karena di waktu dirinya datang tidak ada mobil yang melintas.


Menurutnya, ketinggian banjir di area luar parkiran perusahaan mencapai sekitar satu lutut orang dewasa, sementara di sejumlah titik lain lebih tinggi. Kondisi tersebut memaksa karyawan menyeberangi genangan air demi tetap masuk kerja.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved