Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

Antisipasi KPPS Sakit dan Meninggal, KPU Bakal Siapkan Tim Kesehatan Saat Pemilu 2024

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, telah melakukan rapat koordinasi dengan BPJS untuk pemenuhan jaminan kesehatan KPPS.

Tayang:
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang bakal menyiapkan tim kesehatan untuk bersiaga saat hari H Pemilu 2024. Hal itu mengantisipasi adanya kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) saat bertugas. 

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom mengatakan, telah melakukan rapat koordinasi dengan BPJS untuk pemenuhan jaminan kesehatan KPPS.

Selain itu, pihaknya berencana meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Semarang untuk menyiagakan ambulans maupun tim kesehatan. Ini menjadi bentuk mitigasi jika ada KPPS yang kelelahan atau sakit saat menjalankan tugas. 

"Kami nanti segera akan bersurat kepada pemkot khususnya dinkes, kami minta bantuan untuk standby di kelruahan untuk ambulans dan tim kesehatan," papar Nanda, sapaannya, Jumat (2/2/2024). 

Menurut Nanda, KPU sebenarnya sudah melakukan antisipasi sejak awal antara lain semua KPPS wajin skrining kesehatan sebelum rekrutmen. Dari sisi aturan, KPU melakukan pembatasan usia mulai 17 - 55 tahun. 

 "Harapan kami, dengan proses-proses pencegahan itu, harapannya 32.522 KPPS dalam keadaan prima," ucapnya. 

Dia berharap seluruh KPPS di ibu kota Jawa Tengah bisa menjalankan tugas dengan baik tanpa ada gangguan kesehatan. Apalagi, Pemilu 2024 ini, banyak kaum milenial yang berpartisipasi menjadi anggota KPPS. Peran serta kaum milenial ini patut diapresiasi. 

"Menurut kami, salah satu apresiasi. Masyarakat Semarang antusias (menjadi KPPS). Yang muda 50 persen," paparnya. (eyf)

Baca juga: Relawan Evakuasi Ular Sepanjang 3 Meter di Belakang Rumah Dinas Camat Kerjo Karanganyar

Baca juga: Hadapi Arema FC, PSIS Dipastikan Kehilangan Lucas Gama dan Carlos Fortes

Baca juga: Penembakan Laskar di Colomadu Karanganyar: Tersangka Ngaku Beli Senjata di Klaten Seharga Rp 3 Juta

Baca juga: Pengakuan Saksi Mata Saat Polisi Malaysia Tembak Mati WNI di Selangor : Korban Bersenjata Parang

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved